Beliau membangun Hutan Samida untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hutan ini yang sekarang menjadi paru-paru utama Kota Bogor, yakni Kebun Raya Bogor.

Bogor yang asri dan hijau yang kita nikmati hari ini, kata dia, adalah buah kerja keras pendahulu kita di masa lalu. Kerja keras yang tidak boleh dihentikan, apalagi dirusak.

"Kalau zaman dulu saja ketika penduduk Bogor masih 50 ribu, para pendahulu kita sudah berpikir untuk melestarikan alam apalagi saat ini ketika kota ini sudah dihuni lebih dari satu juga warganya," katanya.

Baca juga: Forkopimda naik kuda saat Hari Jadi Bogor

Bima mengingatkan, Kota Bogor tidak boleh mengingkari sejarahnya, kota boleh mengkhianati para pendahulunya, dan Kota Bogor jangan sampai dirusak oleh warganya.

"Kota Bogor harus selalu hijau dan lestari. Kita perlu pembangunan dan perubahan, tapi tidak dengan merusak lingkungan. Kita perlu pertumbuhan ekonomi, tapi tidak mengorbankan anak cucu kita. Kita perlu mengejar investasi, tapi hanya yang peduli pada pembangunan yang berkelanjutan," katanya.

Berdasarkan data statistik, Kota Bogor yang memiliki luas wilayah 11.850 hektare dengan jumlah penduduk 1.091.396 jiwa (2021), dengan kepadatan 9.210 jiwa/km2.
 

Pewarta: Riza Harahap
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026