"Saya gunakan dalam kampanye saya, lagu Madu dan Racun," kata Anwar Ibrahim, di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jalan Ganecha Kota Bandung, Senin.
Menurut Anwar, lagu Madu dan Racun tersebut memiliki arti bahwa madu ditangan kanan ialah perkataan rakyat dan racun ditangan kiri ialah barisan nasional.
"Itu (lagu Madu dan Racun) sumbangan Indonesia untuk pemenangan kami, Insya Allah. Saya tahu ini asalnya dari Indonesia. Bedanya saya dengan sikap arogan pimpinan UMNO, dia anggap itu lagu dia," kata Anwar.
Ia berharap, Pemilu 2012 di Malaysia nanti bisa dilakukan dengan jujur dan adil serta bebas tanpa ada kecurangan dari pihak tertentu.
"Saya harap pemilu jangan banyak penipuan harus bebas dan adil. Pemilu jangan digunakan oleh pemerintah, khususnya UMNO, yang membelakangkan kehendak rakyat," katanya.
Menurutnya, tidak masalah jika pelaksanaan Pemilu di Malaysia mencontoh model pemilu yang demokratis seperti di Indonesia.
Dalam kunjungan ke salah satu perguruan tinggi terbaik yang dimiliki Indonesia, Anwar Ibrahim mengaku senang dan bahagia bisa berkunjungan ke ITB.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim langsung menyindir pemerintah Malaysia begitu naik ke atas podium di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Jadi di Malaysia itu saya tidak bisa masuk kampus. Di sini disambut rektor," kata Anwar Ibrahim.
Anwar Ibrahim menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Nasional "Dr Ir M. Imaduddin Abdulrahim (Bang Imad) Memorial Lecture & Pelantikan Pengurus Bakornas LDMI bertema "Revitalisasi Gerakan Dakwah: Menuju Kebangkitan Islam dan Indonesia", di Aula Barat Kampus ITB.***3**
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026