Bandung (Antaranews Jabar) - Tingkat kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) Setda Pemprov Jawa Barat, yang hadir pada apel pertama pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H atau Lebaran 2018 mencapai 99,2 persen.

Apel langsung dipimpin oleh Penjabat Gubernur Jabar, M Iriawan yang juga apel perdananya setelah dilantik pada 18 Juni 2018, di halaman depan Gedung Sate Bandung.

"Alhamdulillah tentunya ini membanggakan bagi saya bahwa ASN Setda Pemprov Jabar berkomitmen untuk kerja maksimal salah satu parameternya ya kehadiran ini," ujar Iriawan.

Apel tersebut ini dihadiri 837 ASN dari jumlah keseluruhan sebanyak 843 ASN dan sebanyak enam orang ASN yang tidak hadir, tiga diantara diketahui izin sakit dengan terlampir surat dokter.

Sedangkan dua orang lagi izin karena cuti belajar dan satu orang cuti bersalin.

Di apel perdananya yang digelar di halaman depan Gedung Sate itu, Iriawan juga sempat memperkenalkan dirinya kepada ASN dan menceritakan perjalanan karir dan pengalamannya.

Selain menyampaikan beberapa amanat khusus kepada ASN terkait peningkatan kinerja, Iriawan juga sempat melakukan simulasi pelayanan kepada masyarakat bersama ASN.

Selain itu, Iriawan juga ingin mereka terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

"Beberapa hal khusus kami sampaikan juga kepada para ASN saat apel tadi, juga ada simulasi pelayanan kepada masyarakat karena kita berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima," ujarnya.

Salah satu agenda utama Iriawan dalam memimpin Jabar tiga bulan kedepan yaitu mensukseskan Pilkada Serentak Jabar agar berlangsung aman dan sukses.

Oleh karenanya dalam kesempatan itu, Iriawan memerintahkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turut membantu mensukseskannya.

"Saya juga memberikan perintah-perintah kepada staf saya beberapa yang harus dilaksakan khususnya saya menggaris bawahi yang berkaitan dengan Pilkada harus berlangsung aman, sukses dan Luber," jelasnya.

Terkait netralitas ASN, Iriawan akan menindak tegas bagi siapapun ASN yang kedapatan tidak netral. "Kalau ada yang melanggar akan ada sanksi tegas," katanya.

Bahkan, ia menyatakan siap dicopot jabatannya bila dirinyapun tidak netral pada Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018.

"Kita saling mengawasi, saya mengawasi ASN dan ASN mengawasi saya juga. Saya pun demikian kalau saya melanggar silakan ASN Pemrpov Jabar duluan yang menurunkan jabatan saya sebagai Pj Gubernur, itu komitmen saya," ujarnya.

Usai apel, Iriawan didampingi sejumlah kepala OPD melakukan peninjauan ke Dinas Pendidikan dan Dinas PMPTSP Jabar sekaligus silaturahmi halalbihalal.

Dalam kunjungannya itu, Iriawan meminta untuk menyamakan persepsi dengan para kepala OPD dalam memepercepat dan efektivitas kerjanya.

"Iya itu silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam mempercepat dan efektivitas saya dalam bekerja. Saya akan bergerak cepat tentu didukung staf sehingga target-target pembangunan yang dicita-citakan tercapai. Setelah ini kami juga akan lakukan Rapim dengan unsur OPD terkait," kata Iriawan.
 

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018