antarajabar - Kerugian materi akibat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencapai Rp5,4 miliar, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dadi Djakaria.

"Angka itu baru perhitungan sementara kerugian materi, belum imaterialnya seperti trauma warga dan lainnya," katanya di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, bencana banjir dan longsor melanda sejumlah kampung dan desa di Kecamatan Malangbong, Rabu (22/11), telah menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Ia menyebutkan, laporan dari kecamatan ada 149 rumah warga rusak, mulai dari rusak ringan, sedang dan berat, dengan jumlah penghuni sebanyak 768 jiwa dari 147 kepala keluarga. "Sedangkan yang terancam akibat musibah itu mencapai 464 KK atau 1.600 jiwa," katanya.

Ia menambahkan, selain rumah, ada juga fasilitas umum yang rusak yakni delapan masjid, dua sekolah, tujuh jembatan, empat irigasi, dan dua jalan.

Selain itu, lanjut dia, menimbulkan kerugian dari sektor lain seperti usaha peternakan ayam, sapi dan perikanan, serta kerugian kendaraan yang terbawa hanyut banjir.

"Kerugian perikanan Rp125 juta, peternakan ayam Rp200 juta, kendaraan Rp50 juta, ternak sapi Rp15 juta," katanya.

Camat Malangbong, Teten Sundara, menambahkan, bencana banjir dan longsor itu dipicu setelah hujan deras mengguyur wilayah Malangbong.

Banjir yang melanda pemukiman penduduk, kata dia, akibat luapan dua sungai yakni Sungai Citatapa dan Cideres.

"Untuk masalah banjir ini, kami dari kecamatan terus melakukan pendataan korban berikut kerugiannya," katanya.

Pewarta:

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2017