Di tengah maraknya konten digital yang diproduksi dengan teknologi kecerdasan buatan, penting bagi publik untuk memahami langkah-langkah teknis dan praktis dalam mengidentifikasi apakah sebuah video dibuat oleh AI atau merupakan rekaman nyata dari kejadian sesungguhnya.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menganalisis konten dibuat AI atau bukan :
1. Perhatikan Gerakan dan Ekspresi Wajah
Video yang dibuat oleh AI, terutama dengan teknologi deepfake, sering kali menunjukkan gerakan wajah yang kaku, ekspresi yang tidak alami, atau sinkronisasi bibir yang kurang tepat saat berbicara.
2. Lihat Pencahayaan dan Bayangan
Video AI kerap memiliki ketidakkonsistenan pencahayaan, seperti bayangan yang jatuh ke arah yang tidak logis atau pencahayaan pada wajah yang tidak sesuai dengan latar belakang.
3. Detail Tangan Dan Jari
Teknologi AI masih sering kesulitan mereplikasi bentuk tangan dan gerakan jari secara sempurna. Tangan yang tampak tidak proporsional atau gerakan jari yang aneh bisa menjadi indikasi video tersebut merupakan hasil AI.
4. Perhatikan Latar Video
Banyak video AI menampilkan latar yang kabur, berubah-ubah, atau memiliki objek yang tidak konsisten bentuk maupun posisinya. Hal ini menjadi ciri khas dari video yang dihasilkan oleh model AI berbasis teks-ke-video atau video sintetis lainnya.
Selain cara di atas pengguna juga dapat memanfaatkan alat pendeteksi video AI yang tersedia secara daring. Beberapa platform seperti Deepware Scanner, Hive Moderation, dan Sensity AI menyediakan layanan untuk menganalisis apakah sebuah video mengandung elemen deepfake atau manipulasi digital lainnya.
Langkah terakhir yang disarankan adalah melakukan verifikasi sumber video. Menelusuri asal mula video, mencari versi asli di mesin pencari, serta memeriksa konteks melalui platform fact-checking dapat membantu menentukan keaslian sebuah video.
Dengan meningkatnya kualitas teknologi AI dalam memproduksi konten visual, kewaspadaan dan literasi digital masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan menjaga integritas informasi di ruang publik.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025