Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, bersama Universitas Padjajaran, dan BRI Research Institute meluncurkan platform Perempuan Cerdas Digital, untuk mendorong perempuan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan memanfaatkan digital agar pemasarannya lebih luas.

"Harapannya UMKM di Kabupaten Garut bisa semakin banyak yang menembus pasar ekspor," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Effendi saat acara Focus Group Discussion (FGD) dan User Testing Platform Perempuan Cerdas Digital, di Mal Pelayanan Publik Garut, Selasa.

Ia menuturkan program tersebut merupakan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam memberdayakan ekonomi perempuan melalui teknologi digital.

Ridwan menyatakan pentingnya platform digital tersebut dalam mendorong UMKM perempuan agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

"Salah satunya market di sini tidak hanya lokal, regional, nasional, bahkan bisa internasional," katanya pula.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut Ridzky Ridznurdhin menyatakan pula, perlu adanya pemanfaatan platform untuk mengembangkan produk usaha, salah satunya yang saat ini sudah dikembangkan melalui platform perempuancerdasdigital.id.

Perkembangan teknologi saat ini, kata dia, telah memberikan manfaat bagi semua kalangan pelaku usaha, terutama kaum perempuan terkait literasi keuangan kemudian literasi digital.


"Nah ini barangkali lompatan yang cukup bagus supaya bisa lebih masif menjangkau para pengusaha UKM yang ada di daerah-daerah," katanya.

Kepala Unit Inkubasi, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad Dr In In Hanidah mengatakan, pihaknya menyiapkan program seperti platform saat ini telah membentuk dua pojok digital untuk mendampingi UMKM yakni secara personal dan berbasis kebutuhan pasar.

Platform Perempuan Cerdas Digital yang dapat diakses melalui perempuancerdasdigital.id itu, kata dia lagi, menyajikan berbagai materi pembelajaran mandiri, mulai dari literasi keuangan, digital, sampai penguatan kapasitas perempuan dalam peran gandanya sebagai pelaku usaha, dan pengelola rumah tangga.

"Alhamdulillah dengan pendampingan kami di dua tahun berturut turut ini sudah dapat meningkatkan omzet dari pelaku usaha," katanya.

Project Manager BRI Research Institute Nilam Nirmala menambahkan, platform tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan lapangan selama 18 bulan yang memberikan edukasi untuk membangun ekosistem kerja yang saling mendukung perempuan berwirausaha.

"Ini bukan hanya soal edukasi, tapi membangun ekosistem kerja yang saling mendukung antarperempuan pelaku usaha," katanya lagi.

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025