Antarajabar.com - Putusan hasil selam laut nomor marathon course putra dan point course putri terpaksa ditunda, karena terhalang cuaca buruk yang terjadi di perairan Pantai Tirtamaya Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
"Targetnya pertandingan selesai jam tiga sore, ternyata mundur dua jam dan baru berakhir pukul lima sore," kata Ketua Panitia Pertandingan Nelson Uwada di Indramayu, Rabu.
Menurutnya angin kencang dan gelombang sangat mempengaruhi atlet menempuh kecepatan selam.
Dari data Center Indramayu hasil sidang juri pertandingan memutuskan pengumuman ditunda pada Kamis (22/9) dan sampai memasuki jam 18.00 WIB, belum ada putusan atas hasil dua nomor pertandingan tersebut.
Penundaan pengumuman menyusul hambatan cuaca saat para atlet bertanding.
Memasuki jam 15.00 WIB, tiba-tiba terjadi angin kencang yang membuat banyak peselam mengalami kesulitan untuk bisa memenuhi aturan pertandingan.
Gelombang yang semula normal sekitar 0,5 meter, tiba-tiba naik di kisaran 1 meter tersebut sangat mempengaruhi kecepatan tempuh para atlet.
Kecepatan angin melonjak tajam dari semula di kisaran 5 - 8 knot, naik menjadi 22 knot. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016
"Targetnya pertandingan selesai jam tiga sore, ternyata mundur dua jam dan baru berakhir pukul lima sore," kata Ketua Panitia Pertandingan Nelson Uwada di Indramayu, Rabu.
Menurutnya angin kencang dan gelombang sangat mempengaruhi atlet menempuh kecepatan selam.
Dari data Center Indramayu hasil sidang juri pertandingan memutuskan pengumuman ditunda pada Kamis (22/9) dan sampai memasuki jam 18.00 WIB, belum ada putusan atas hasil dua nomor pertandingan tersebut.
Penundaan pengumuman menyusul hambatan cuaca saat para atlet bertanding.
Memasuki jam 15.00 WIB, tiba-tiba terjadi angin kencang yang membuat banyak peselam mengalami kesulitan untuk bisa memenuhi aturan pertandingan.
Gelombang yang semula normal sekitar 0,5 meter, tiba-tiba naik di kisaran 1 meter tersebut sangat mempengaruhi kecepatan tempuh para atlet.
Kecepatan angin melonjak tajam dari semula di kisaran 5 - 8 knot, naik menjadi 22 knot. (*)
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016