Antarajabar.com - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, berupaya meningkatkan kecerdasan spiritual masyarakat sebagai cara melawan munculnya perilaku penyimpangan seksual yang disebut dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
       
"Sikap menjaga dan meningkatkan kecerdasan spiritual harus makin gencar," kata Wali Kota Cimahi Atty Suharti di Cimahi, Senin.
       
Ia menuturkan keberadaan virus sosial itu cukup sulit terdeteksi oleh pemerintah, bahkan selama ini pihaknya belum mendengar keberadaan kelompok LGBT di Cimahi.
        
Menurut dia arus pengaruh penyimpangan seksual tersebut dapat terjadi dan datang darimana saja sehingga perlu diantisipasi bersama dan kekuatan spiritual masyarakat.
        
"Masalah itu bisa datang dari berbagai arah, makanya diperlulan kerjasama untuk menangkalnya," katanya.
        
Ia menambahkan faktor lingkungan yang tidak sehat menjadi penyebab utama munculnya berbagai perilaku penyimpangan tersebut.
        
Ia berharap peran keluarga dan seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama untuk meminimalisasi pengaruh penyimpangan itu agar tidak terus meluas.
        
"Peran keluarga dan lingkungan sangat penting, agar perilaku seperti itu tidak berkembang," katanya.
        
Ketua Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja dan Mahasiswa Kota Cimahi, Naufal Fadlurahman menambahkan perilaku LGBT sudah mulai terlihat di Cimahi, tetapi belum berani muncul di masyarakat.
        
Penyimpangan seksual tersebut, menurut dia, sudah ada sejak lama, penyebarannya pun bisa menyentuh kalangan pelajar tingkat SMA.
        
"LGBT di Cimahi sudah ada sejak lama, tapi mereka belum mau di eskpose, dan perilaku tersebut bisa terjadi dimana saja," katanya.

Pewarta: Feri P

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016