Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan tidak akan menggusur rumah warga yang berada di sekitar kawasan Kota Nusantara yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Semua sesuai perundang-undangan dan hak masyarakat dilindungi, jadi tidak ada warga yang rumahnya digusur di sekitar kawasan Kota Nusantara," kata Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin di Penajam, Sabtu.

Penegasan itu disampaikan berkaitan surat OIKN yang sempat diberikan kepada sekitar 300 orang warga Kelurahan Pemaluan, Desa Bumi Harapan, Desa Bukit Raya, dan Desa Sukaraja di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang masuk wilayah Kota Nusantara.

Surat yang dikeluarkan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN Nomor 179/DPP/OIKN/III/2024 itu mengenai undangan atas arahan pelanggaran pembangunan yang tidak berizin dan atau tidak sesuai tata ruang Kota Nusantara.

Isi surat itu menyebutkan berdasarkan hasil identifikasi tim gabungan penertiban bangunan tidak berizin, ratusan rumah masyarakat yang tidak sesuai rencana tata ruang yang diatur dalam rencana detail tata ruang (RDTR) wilayah perencanaan ibu kota negara baru Indonesia sehingga dilakukan pembongkaran.

Alimuddin mengatakan surat itu sudah ditarik dan dianggap gugur. Saat ada lahan warga yang digunakan untuk pembangunan Kota Nusantara akan dilakukan penggantian uang atau lahan, permukiman kembali (dipindahkan), kepemilikan saham, dan bentuk lainnya.

Camat Sepaku Gamaliel Abimanyu Arliandito membenarkan bahwa OIKN telah menarik dan menganggap gugur surat yang sempat disampaikan kepada ratusan warga menyangkut pembongkaran bangunan tidak berizin dan tidak sesuai ketentuan tata ruang.

"Pada saat pertemuan, semua warga yang menerima surat diundang dan OIKN melakukan penarikan surat itu," katanya.
Pihak kelurahan dan desa yang warganya mendapat surat dari OIKN meminta surat resmi yang menyatakan surat OIKN telah ditarik dan dinyatakan gugur.

"Surat OIKN sudah ditarik, tetapi kami minta surat klarifikasi resmi dari OIKN yang menyatakan surat sudah ditarik dan dianggap gugur sebagai bukti kepada warga agar tidak ada gejolak," ujar Lurah Pemaluan Ari Rahayu.


Pohon Durian Cocok

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan pohon durian cocok dikembangkan di Sepaku dan sekitarnya atau di Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN), sehingga pihaknya mengajak warga setempat mengembalikan kejayaan buah bernilai tinggi tersebut.

"Dalam hal ini, kami tidak sekadar mengajak menanam dan mengembangkan durian, tapi kami juga telah melakukan pelatihan tematik budi daya durian," ujar Tenaga Ahli Bidang Pengelolaan Sumber Daya Pangan OIKN Setia P Lenggono di Sepaku, Sabtu.
 
Pelatihan ini disebut tematik karena hal yang disajikan terdiri dari beragam materi baik teori maupun praktik mulai dari teknik grafting (sambung tunas), top working (sambung entres atas) teknik tempel, hingga pemilihan bibit unggul guna menghasilkan buah berkualitas.
 
Menurut Lenggo, sapaan akrabnya, pelatihan ini untuk membangun ketahanan pangan di IKN, karena salah satu yang dapat mendukung ketahanan pangan adalah hortikultura yang diantaranya adalah dari aneka buah, termasuk durian yang terbukti dapat menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat.
 
Dalam membangun ketahanan pangan dari hortikultura, durian merupakan salah satu buah yang dikembangkan, jenis lainnya adalah melon yang sudah dilakukan pelatihan dan dikembangkan, termasuk buah lain yang juga sudah dilakukan pelatihan bagi masyarakat.
 
Terkait pelatihan budi daya durian yang pihaknya gelar pekan lalu di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, dalam hal ini OIKN ingin memberikan pemahaman lebih dalam terkait budi daya tanaman durian, lai, dan spesies lainnya,.
 
"Budi daya durian dipilih karena dapat memberikan nilai ekonomi tinggi ketimbang buah lainnya dan cocok dengan tanah IKN, mengingat durian adalah tanaman lokal yang pernah berjaya dan saat ini masih ada sejumlah pekebun mengembangkan," katanya.
 
Namun harus diakui bahwa tidak semua durian yang dikembangkan oleh pekebun dari jenis unggul, maka dari pelatihan ini pihaknya memberikan pembinaan dan pendampingan, menularkan keterampilan secara langsung.
 
Ia berharap dari pelatihan dan praktik langsung tersebut langsung diterapkan mereka di lahan masing-masing, bahkan bisa dikembangkan secara mandiri.
 
"Kami gelar pelatihan ini bukan berarti pekebun di sini belum pernah melakukan grafting, top working dan sejenisnya. Mungkin saja ada yang pernah, hanya tingkat efektifnya yang mungkin masih kurang, maka kita perkuat melalui pelatihan tersebut dan akan terus dilakukan pendampingan," katanya.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OIKN tegaskan tidak gusur rumah warga di sekitar Kota Nusantara

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024