PT Angkasa Pura II (Persero) menepis kekhawatiran kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, Jawa Barat akan menurun setelah pengalihan penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.

"Menurut saya kekhawatiran itu memang akan bisa terealisasi kalau antisipasinya atau mitigasinya terhadap kekhawatiran tadi tidak terjadi, karena yang dikhawatirkan itu adalah akses transportasi daratnya dari dan ke Kertajati," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin saat berbincang dengan awak media di Kota Bandung, dikutip pada Minggu.

Ia mengharapkan Pemkot Bandung dapat merespons dengan menghadirkan transportasi massal untuk meningkatkan konektivitas ke Bandara Kertajati.

"Pemkot Bandung harus dengan progresif merespons terhadap dukungan transportasi publiknya yang lebih massal. Ini yang harus diskenariokan oleh pemerintah daerah, khususnya kalau Bandung misalnya kekhawatiran kehilangan visitors atau turis ya, walaupun itu juga mungkin wisatawan domestik. Buatlah semudah dan senyaman mungkin, turun di Kertajati mau ke mana saja," ujar Awaluddin.

Ia mengatakan, Pemkot Bandung juga telah merencanakan pembangunan transportasi massal bus rapid transit (BRT) di kawasan Bandung Raya yang diharapkan dapat mendukung konektivitas ke Bandara Kertajati.

"Katakanlah Pemerintah Kota Bandung merespons dengan situasi itu, dibuatlah program BRT untuk Kota Bandung dan ke Kertajati dan sebaliknya," ujarnya pula.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AP II menepis kekhawatiran kunjungan wisatawan ke Bandung bakal turun

Pewarta: Benardy Ferdiansyah

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023