Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Triadi Machmudin berharap peringatan Hari Rabies Sedunia 2023 tingkat nasional menjadi momentum agar provinsi itu bisa bebas rabies pada tahun 2024.

Bey menegaskan peringatan Hari Rabies Sedunia dapat menstimulus serta meningkatkan pemahaman pentingnya pencegahan dan pengendalian rabies, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah baik daerah maupun pusat, dalam menguatkan jejaring kerja terkait permasalahan rabies.

Baca juga: Pemkot Bandung gelar pelayanan vaksinasi rabies gratis

"Alhamdulillah di Jabar dalam tiga tahun belakangan ini, untuk gigitan hewan ada tapi kasus rabies tidak ada. Peringatan rabies ini mudah-mudahan menjadi momentum agar tahun depan Jabar dideklarasikan bebas Rabies," tutur Bey dalam keterangannya di Bandung, Ahad.

Salah satu aktivitas di Jawa Barat dalam rangka menuju bebas Rabies adalah Kader Siaga Rabies (Kasira) yang merupakan inisiasi kerja sama Kabupaten Sukabumi dengan LPPM IPB.

"Ini mudah-mudahan akan menjadi model bagaimana peran serta masyarakat untuk mencegah kasus Rabies. Yang tentunya momentum ini juga diharapkan bisa memperbaharui komitmen kita semua masyarakat memahami pentingnya mencegah Rabies," tutur Staf Ahli Bidang Perekonomian Setda Provinsi Jabar Dodo Suhendar pada peringatan Hari Rabies bertema "All for One, One Health for All" pada 7 Oktober 2023.

Dodo menambahkan Kasira merupakan upaya akselerasi pembebasan rabies berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, serta diharapkan mampu meningkatkan sinergi unsur puskeswan, puskesmas, dan instansi terkait, dalam meningkatkan motivasi dan komitmen kader, serta mendorong implementasi konsep "One Health".

"Berharap strategi pengendalian rabies dapat dilaksanakan secara efektif sebagai bentuk dukungan menuju 'Nol Kematian Manusia Akibat Rabies pada Tahun 2023' serta Jabar dapat terbebas dari rabies pada tahun 2024," tuturnya.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menyatakan Peringatan Hari Rabies Sedunia ini merupakan langkah strategis dalam menekan kasus rabies.
Maxi mengatakan setiap tahun rata-rata gigitan hewan rabies mencapai di atas 86 ribu dengan angka kematian 86 sampai 90 kasus per tahun. "Tahun ini, kasus gigitan sudah mencapai 113 ribu, baru bulan September dengan kematian 94 kasus," tuturnya. 

Ia menyebut banyak daerah di Indonesia yang memiliki Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies, yakni Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara.

Baca juga: Subang vaksinasi rabies ratusan hewan peliharaan secara gratis

"Kita tentu berupaya dari sisi penanganan pada manusia. Harusnya cepat penanganannya. Jika digigit segera gosok sabun dengan cuci air mengalir, itu mungkin akan menolong, kemudian datang ke puskesmas," ujarnya.

Selain diisi oleh kegiatan talkshow dalam peringatan Hari Rabies Sedunia 2023, ada penyerahan piagam dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pencetakan rekor Vaksinasi Rabies Serentak Nasional kepada Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah memberikan vaksinasi secara masif terhadap 33 ribu ekor hewan penular di 22 provinsi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tidak ada kasus rabies, Pj Gubernur harap Jabar bebas rabies pada 2024

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023