Antarajawabarat.com,20/6- Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, Jabar, memaastikan kenaikan harga BBM tidak berdampak luas bagi pelaku Industri Kecil Menengah di Cianjur.

"Dampak ada tapi kecil, mungkin hanya IKM Pangan yang cukup merasakan hal tersebut. Selain biaya transport, mungkin dari pengunaan gas elpiji yang cukup besar digunakan pelaku IKM Pangan," katanya.

Namun sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan pelatihan bagi pelaku IKM di Cianjur, untuk mengunakan briket batu bara dan kayu, dimana kualitas panas yang dihasilkan sama dengan BBM jenis gas elpiji, sebagai solusi untuk menekan biaya dan pengunaan BBM.

Pemanfaatan limbah kayu di berbagai wilayah di utara dan selatan, dipergunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan briket kayu yang telah dipakai sejumlah pelaku IKM di Cianjur, sejak satu tahun terakhir.

"Saya yakin pelaku IKM di Cianjur, tidak akan merasakan dampak yang cukup besar dengan kenaikan BBM karena mereka telah terbiasa menghadapi permasalah ekonomi seperti ini, terlebih dengan adanya solusi mengunakan briket kayu," ujarnya.

Namun ungkap dia, saat ini pihaknya kesulitan untuk membuat secara massal briket kayu tersebut karena belum adanya pabrikan yang khusus membuat briket.

Sehingga pihaknya membuka peluang bagi investor atau pabrikan yang mampu membuat briket kayu di Cianjur, dengan iming-iming bahan baku yang banyak terdapat di wilayah tersebut.

Sementara itu, sejumlah pelaku IKM Pangan di Cianjur, membenarkan hal tersebut, meskipun kenaikan BBM belum diberlakukan, namun mereka telah jauh hari melakukan antisipasi dengan mengurangi pengunaan BBM untuk kebutuhan produksi.

"Kami telah mendapat pelatihan untuk membuat briket kayu sebagai penganti BBM dalam produksi makanan yang kami lakukan. Meskipun BBM naik, kami merasa dampaknya kecil karena kami memiliki beberapa solusi penganti bahan bakar," kata Siti pelaku IKM Pangan di Kecamatan Cianjur.***4***(KR,FKR)

Fikri

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2013