ANTARAJAWABARAT.com, 10/12 - Peristiwa alam gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu (10/12) pukul 19.45-23.00 WIB tidak akan bisa diamati karena terhalang oleh cuaca yang tidak mendukung proses pengamayan.
Astronom Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar saat dihubungi ANTARA pada Sabtu malam. Menurutnya, apabila kondisi langit cerah, maka pengamatan secara langsung momentum langka gerhana bulan total bisa disaksikan langsung menggunakan mata telanjang oleh seluruh warga.
        "Karena baru selesai hujan, jadi saya kira sulit untuk bisa dilihat. Sekarang ini kita masih menunggu suasana langit untuk cerah kembali. Tapi, biasanya kalau sudah diguyur hujan sulit untuk dilihat," ujarnya.
        Meskipun kondisi langit mendung sedikitpun, maka pengamatan tidak akan bisa dilakukan dari wilayah manapun di seluruh Indonesia.  
   Padahal, apabila langit cerah, masyarakat bisa menyaksikan langsung peristiwa langka itu dari arah Timur dimana sebagian atau keseluruhan wujud bulan tertutup oleh bayangan bumi.
        Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
        "Berbeda dengan gerhana bulan total pada Juni lalu, yang mengubah penamapakan bulan menjadi merah darah, gerhana kali ini diprediksi menciptakan bulan jauh lebih gelap. Warna merah kehitaman ini terjadi karena bulan berada di bagian terdalam bayangan bumi," ujarnya.
        Meski demikian, dirinya berharap cuaca mendung di Bandung ini tidak terjadi juga di sejumlah wilayah pengamatan seperti Yogyakarta, Mataram dan Pekanbaru.
        Apabila kondisinya memungkinkan masyarakat masih bisa menyaksikan fenomena alam tersebut melalui video streaming yang bisa diakses melalui situs Bosscha di www.bosscha.itb.ac.id. Bekerja sama dengan Kemenkominfo.
        Lebih lanjut disampaikannya, peristiwa gerhana bulan bisa terjadi tiga sampai empat kali dalam setahun dengan dua kali diantaranya merupakan peristiwa gerhana bulan total. Sedangkan untuk gerhana matahari, dalam setahun bisa terjadi dua kali.
        "Sebelumnya kita mengalami gerhana bulan total pada 16 Juni 2011 lalu dan Sabtu 10 Desember 2011. Kedua gerhana itu dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.*
   
   


Hedi




   

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011