Bandung, 18/4 (ANTARA) - Pelatih PSPS Pekanbaru Abdurahman Gurning mengaku tak menyangka bisa mengontrol permainan Persib dengan memperlambat tempo permainan di babak kedua.
"PSPS sangat beruntung bisa mengatasi Persib di Bandung, strategi untuk mengurangi tempo permainan berhasil diterapkan dan bisa meraih kemenangan di Bandung," kata Abdurahman Gurning di Bandung, Senin.
Gurning menyebutkan Persib bukan tim yang gampang dikalahkan di Bandung, namun musim ini timnya mampu melakukannya di hadapan bobotoh fanatiknya.
"Ini faktor keberuntungan karena Persib punya seambreg peluang, satu diantaraya membentur mistar gawang. Ini sebuah kejutan dan kami lega bisa mencuri poin pada salah satu partai tandang," kata mantan bek tangguh PSMS Medan itu.
Meski demikian, ia mengakui para pemainnya masih kurang pas menerapkan strategi. Meski dinstruksikan bermain memperlambat tempo pertandingan, namun kenyataanya para pemainnya masih bermain cepat.
"Tempo permainan tim masih terlalu cepat, meski saya meminta melambatkan tempo," katanya.
Sementara itu permainan PSPS berbeda dengan saat pertandingan lawan Arema Indonesia bermain lebih terbuka. Sedangkan lawan Persib tim asal Riau tersebut lebih banyak bermain bertahan dan melakukan conter serangan.
Strategi permainan bertahan itu justeru mengecoh kubu Persib yang menduga Dzumafo E Herman akan bermain terbuka.***6***
(U.S033/C/K005/C/K005)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011
"PSPS sangat beruntung bisa mengatasi Persib di Bandung, strategi untuk mengurangi tempo permainan berhasil diterapkan dan bisa meraih kemenangan di Bandung," kata Abdurahman Gurning di Bandung, Senin.
Gurning menyebutkan Persib bukan tim yang gampang dikalahkan di Bandung, namun musim ini timnya mampu melakukannya di hadapan bobotoh fanatiknya.
"Ini faktor keberuntungan karena Persib punya seambreg peluang, satu diantaraya membentur mistar gawang. Ini sebuah kejutan dan kami lega bisa mencuri poin pada salah satu partai tandang," kata mantan bek tangguh PSMS Medan itu.
Meski demikian, ia mengakui para pemainnya masih kurang pas menerapkan strategi. Meski dinstruksikan bermain memperlambat tempo pertandingan, namun kenyataanya para pemainnya masih bermain cepat.
"Tempo permainan tim masih terlalu cepat, meski saya meminta melambatkan tempo," katanya.
Sementara itu permainan PSPS berbeda dengan saat pertandingan lawan Arema Indonesia bermain lebih terbuka. Sedangkan lawan Persib tim asal Riau tersebut lebih banyak bermain bertahan dan melakukan conter serangan.
Strategi permainan bertahan itu justeru mengecoh kubu Persib yang menduga Dzumafo E Herman akan bermain terbuka.***6***
(U.S033/C/K005/C/K005)
Editor : Isyati Putri
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011