Bandung, 28/2 (ANTARA) - Gong raksasa menjadi salah satu daya tarik pengunjung di kawasan obyek wisata Situs Karangkamulyan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat yang merupakan tempat istirahat di jalur selatan.

"Menarik juga gong ukuran raksasa itu, meski tidak ada kaitan dengan situs Karangkamulyan, namun setidaknya gong tersebut memberikan edukasi kepada pengunjung khusunya generasi muda," kata Rohmana (40) salah seorang guru yang memimpin rombongan pelajar SD yang berkunjung obyek wisata Karangkamulyan.

Gong ukuran raksasa itu merupakan "Gong Perdamaian Asia Afrika" yang khusus dibuat untuk peringatan 50 Tahun Konperensi Asia Afrika 24 Oktober 2005 lalu. Gong itu juga memecahkan rekor MURI sebagai rekor berukuran terbesar di Indonesia.

Diameter gong terbesar itu memiliki garis tengah lebih dari 2,5 meter. Sedangkan bulatannya ditempeli oleh 54 bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika.
"Sayang saya hanya bisa melihat dan berfoto di depan gong itu, kalau bisa membunyikannya akan jauh lebih senang," kata Dede Haliman (12) salah seorang pelajar yang berkunjung ke sana.

Gong yang terbuat dari besi kuningan tersebut ditempatkan di sebuah bangunan di bagian depan Situs Karangkamulyan di pinggir Jalan Raya Banjar - Ciamis.

Bagian depannya ditempatkan kolam ukuran 3 meter kali lima meter yang diisi dengan ikan kancra.

Pengunjung bisa memberi makan ikan-ikan besar di kolam itu dengan pakan yang disediakan dengan harga Rp1.000 per kantong plastik.

Uniknya pengunjung dituntut jujur yakni membeli pakan langsung dengan memasukan uang ke dalam laci tanpa ada penunggu tempat berjualan pakan itu.

Tempat peristirahatan atau "rest area" Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan kerajaan Galuh atau yang dikenal juga dengan sebutan situs Ciung Wanara.

Selain situs peninggalan, kawasan it juga dilengkapi dengan warung jajanan yang melayani para pengunjung atau pengendara yang beristirahat di kawasan itu.



Syarif A

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011