Garut,25/11 - (ANTARA)- Cagarit,sebuah nama cabe rawit khas Garut, yang berasal sinonim Cabe Garut Rawit. Nama tersebut secara spontan diberikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dede M. Yusuf Effendi, dihadapan 350 petani hortiklutura, dalam kemasan acara Jambore PHT (Pengendalian Hama Terpadu) Hortikultura Kabupaten Garut 2010, di Halaman TPA (Tempat Petirahan Anak) Kecamatan Cisurupan Garut, Rabu 24/11).

Wagub Dede Yusuf menyatakan, meski dirinya miskin akan pegetahuan tenatng hortikultura,namun ia memastikan setiap harinya tidak llepas dari makan-makanan berasal dari
tanaman hortikultura. Bahkan dengan diperkenalkannya cabe rawit khas Garut,Cagarit, ia berharap dapat mengangkat citra petani hortikultura.

Tidak hanya itu, selain Garut terkenal dengan ikon dodol Garut danj domba Garut, maka dengan kemunculan varietas Cagarit dan ditambah satu lagi Alpukta khas garut,
Sindangreret, akan semakin mengangkat citra Jawa Barat sebagai Daerah Agrokultur, sehingga akan semakin kuat ikon Jawa Barat sebagai penghasikl pertanian di Indonesia.

Sementara itu Wakil Bupati Garut, dihadapa Direktur Tanaman Sayuran dan Kimia Farma Ditjen Hiortikulura, Hasan Ibrahim, mengungkapkan, meski Garut kaya akan potensi alam, mulai dari taman satwa, pantai yang membentang sepanjang 80 km, peternakan
domba Garut, serta berbagai seni dan budaya, tetap saja garut tidak beranjak dari sebutan Daerah Tertinggal.Penyebabnya, sebut Diky, adalah adanya karena daerah ini buka sebagi lintas eksternal, sehingga meski kaya akan potensi tetap saja akan jalan ditempat.

Untuk itu, ia mengharapkan agar pemerintah pusat dapat segera turun tangan membantu kendala ini, sehingg kedepan garut akan semakin maju dengan kekhasannya.

Jambore yang berlangsung selama tiga hari itu (22-24/11), digagas seopenuhnya oleh para kelompok tani hortikultura difasilitasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Garut., dengan mengambil tema : “Dengan jambore PHT Hortikultura Kita Tingkatkan Kemandirian Petani Melalui Peningkatan Peran Agroklinik untuk Mwewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan”

Selain Wagub Jabar dan Direktur Tanaman Sayuran dan Kimia Farma Ditjen Hiortikulura , turut
hadir Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Dr. Anas Miftah Fauzi, dan para
praktisi pertanian.

Yanyan S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010