Sumedang, 29/10 (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa Univesitas Padjadjaran Bandung menyelenggarakan diskusi calon Rektor guna menyeleksi dari delapan calon rektor, Jumat.

Diskusi berlangsung tiga jam, sempat berlangsung panas ketika beberapa calon menolak untuk menandatangani janji Rektor Kepada Mahasiswa.

Menurut salah salah satu calon, Prof. DR. Dede Mariana, keinginan mahasiswa untuk menandatangani Janji Rektor tersebut merupakan, sikap keinginan mahasiswa yang otoriter.

Seusai acara diskusi, Ketua BEM, Asep Rofi Nurjaman, Jumat, mengatakan, yang ditulis dalam lembaran Janji Rektor Kepada Mahasiswa itu bukan untuk memperburuk Unpad.

"Ini merupakan salah satu komitmen para calon Rektor, yang mengarah kepada prilaku mulia. Lembaran tersebut memuat poin-poin yang harus diperhatikan jika nanti terpilih jadi Rektor, memuat diantaranya birokrasi transparansi," jelas dia.

Menurut Asep, dia merasa kecewa karena dalam persiapan pemilihan calon Rektor beberapa hari ke depan, diselenggarakan Rapat Senat yang hanya mengundang tiga perwakilan mahasiswa.

Hal itu menurut dia sangat tidak masuk akal, karena jumlah puluhan ribu mahasiswa hanya diwakili dengan mengundang tiga orang perwakilan.

Tujuh orang yang hadir dalam diskusi tersebut, adalah Oekan S. Abdullah, Dede Mariana, Budi Nurani R, Asep Kartiwa, Dadang Suganda, Ganjar Kurnia sebagai Inkamben, dan Tri Hanggono.

Seorang calon, Kusmayadi Suradi tidak hadir karena ada undangan Dikti (Pendidikan Tingi). ***3***

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010