Bandung, 16/7 (ANTARA) - Bulog Divre Jawa Barat siap melakukan operasi pasar beras bila terjadi kenaikan harga beras di atas normal menjelang bulan Ramadhan.

"Stok beras di gudang Bulog Jabar aman untuk 10 bulan ke depan dengan total stok gudang 367 ribu ton," kata Kepala Bulog Divre Jawa H Abdul Karim di Bandung, Jumat.

Artinya stok beras persediaan pemerintah cukup aman, salah satunya untuk penyaluran beras untuk keluarga miskin (Raskin) yang setiap bulannya rata-rata menyalurkan sebanyak 35 ribu ton untuk 26 kabupaten/ kota se-Jabar.

Terkait operasi pasar, kata Abdul Karim, Bulog menunggu permintaan atau pengajuan dari pemerintah daerah setelah dilakukan pemantauan di lapangan.

Biasanya OP beras dilakukan pada saat harga beras di suatu daerah telah melebihi 15 persen dari harga normal bulan sebelumnya.

"OP tergantung kebutuhan di lapangan, tentunya sesuai dengan pengajuan dari pemerintah daerah masing-masing, Bulog sendiri berkewajiban memasok bila diperlukan untuk stabilisasi harga," katanya.

Persediaan atau stok beras Bulog Jabar yang mencapai 10 bulan itu, kata Abdul Karim karena telah melakukan pengadaan sejak Februari 2010 lalu yang tersebar di tujuh Dolog Sub Divre di Jabar yakni Cirebon, Indramayu, Karawang, Cianjur, Bandung, Ciamis dan Subang.

Sedangkan target pengadaan Bulog Sub Divre Jabar pada 2010 sebanyak 450 ribu ton. Sedangkan pengadaan 2009 lalu mencapai 600 ribu ton.

Abdul Karim menyebutkan, pihaknya terus memantau pergerakan harga sembako, terutama beras dalam beberapa minggu terakhir ini.

Namun menurut dia, secara umum harga beras masih relatif stabil.

"Harga beras masih terkendali, pasokan raskin cukup berperan mengendalikan harga beras di pasaran," kata Kepala Bulog Divre Jabar itu menambahkan.***2***



NNNN


(T.S033/B/Y003/C/Y003) 16-07-2010 14:48:20

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010