Bandung, 2/6 (ANTARA) - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) meluncurkan Tim Pelayanan Teknis (Yantek) yang dilengkapi dengan perangkat penanganan dan pemeliharaan jaringan listrik untuk mengurangi terjadinya pemadaman listrik.

"Tim Layanan Teknis PLN ini dulunya dikenal dengan pelayanan gangguan dapat diakses pelanggan melalui 'call center' PLN 123," kata General Manager PT PLN DJBB M Taufik Hadji saat meresmikan Tim Yantek PLN di Bandung, Rabu.

Menurut dia, pelayanan teknik merupakan program peningkatan layanan PLN terutama di bidang pemeliharaan jaringan listrik dan penanganan gangguan sehingga meminimalisasi terjadinya listrik padam dan mempercepat pemulihan kembali bila terjadi gangguan listrik.

Pelaksanaan program layanan teknis PLN itu, menurut Hadji, bekerjasama dengan sembilan penyedia jasa pelayanan teknik.

Untuk wilayah Jawa Barat dan Banten, program layanan tersebut didukung 3.947 petugas dengan pendukung 17 kendaraan truk, 56 minibus, 288 pick up serta 288 sepeda motor.

"Program ini adalah menurunkan angka pemadaman dengan indikator semakin turunnya angka durasi padam dan angka frekuensi padam," katanya.

Saat ini sudah terbentuk 16 pelayanan teknis yang ditempatkan di Unit Pelayanan Jaringan (UPJ). Artinya tinggal satu tim pelayanan teknis yang belum terbentuk yakni untuk kawasan Banten Selatan.

Lebih lanjut, pimpinan PLN Jabar dan Banten itu menyebutkan petugas pelayanan itu tidak diperkenankan menerima imbalan dan tiba di lokasi gangguan setelah dikontak turun dalam waktu 30 menit dengan motto 'Top Tanpa Tips'.

"Bila ada gangguan pelanggan bisa kontak 'call center' 123," katanya.

Sementara itu Hen Hen dari PT Hen Jaya, salah satu penyedia jasa layanan teknis menyatakan pihaknya siap mendukung program PLN dalam meningkatkan pelayanan dalam aspek penanganan gangguan.

Syarif A

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010