Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan tingkat kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19 di Kota Bogor sudah turun dari risiko tinggi atau zona merah menjadi risiko sedang atau zona oranye.

"Berdasarkan data dari Gugus Tugas Nasional COVID-19, mulai Senin pagi ini, Kota Bogor status risikonya telah menurun menjadi zona oranye," kata Bima Arya di Kota Bogor, Senin.

Menurut dia, ada 14 indikator yang menjadi paramater bagi Gugus Tigas Nasional COVID-19 untuk menentukan suatu daerah berada pada tingkat risiko yang mana, baik merah, oranye, kuning, atau hijau.

"Dari 14 indikator itu, antara lain, laju peningkatan kasus positif, tingkat kesembuhan kasus positif, ketersediaan kamar dan tempat tidur di rumah sakit. Kota Bogor pada pekan ini indeksnya sudah baik, yakni 1,91, pada pekan lalu 1,73," katanya.

Bima menegaskan, Kota Bogor yang menerapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) juga dibarengi dengan berbagai langkah untuk mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Langkah-langkah itu, kata dia, dijalankan oleh dua unit yang dibentuk, yakni unit pengawasan atau tim elang serta unit edukasi atau tim merpati, yang terus melakukan kegiatan mendisiplinkan warga.

Tim elang, kata dia, bertugas melakukan pengawasan aktivitas warga maupun dunia usaha untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan membatasi Kota Bogor, sampai Senin (21/9) ini, akumulasi pasien positif COVID-19 sudah mencapai 1.025 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 692 orang dinyatakan sembuh, 39 orang meninggal dunia, serta pasien positif yang masih dalam perawatan ada 294 orang.

Baca juga: Tinggi muka air Bendung Katulampa capai 250 cm atau siaga 1

Baca juga: Wali Kota dan Tim Elang gelar operasi disiplin protokol kesehatan



 

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020