Bandung, 3/11 (ANTARA) - Jatah beras untuk keluarga miskin di Jawa Barat pada 2010 kemungkinan akan berkurang dibandingkan program yang sama pada 2009.
"Program raskin tetap dilanjutkan pada 2010 mendatang, namun sejauh ini belum ada penetapan kuota untuk Jabar. Informasinya ada penurunan dibandingkan tahun 2009 ini," kata Kepala Humas Bulog Divre Jawa Barat Sobar Husein, di Bandung, Kamis.
Menurut Sobar, jatah beras miskin Jawa Barat hingga saat ini masih dalam penggodokan oleh pemerintah pusat. Meski demikian telah ada kepastian periode penyalurannya untuk 12 bulan, terhitung mulai 1 Januari 2010.
Sedangkan penyaluran Desember 2009 merupakan periode terakhir dari penyaluran tahun 2009 dengan alokasi untuk 2,9 juta rumah tangga sasaran dari kalangan keluarga miskin di Jawa Barat.
Setiap kepala keluarga (KK) mendapat jatah sebanyak 15 kilogram dengan dengan harga Rp1.600 per kilogram.
"Tahun ini kemungkinan besar kuota untuk setiap keluarga dikurangi sebagai konsekwensi dari penurunan kuota bila memang hal itu terjadi," kata Sobar.
Ia menyebutkan, Bulog Jawa Barat rata-rata menyalurkan 43.800 ton beras medium untuk penyaluran raskin di 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Penyaluran dilakukan melalui Gudang Subdolog di tujuh lokasi di Jabar, yakni di Bandung, Ciamis, Subang, Karawang, Cianjur, Indramayu, dan Cirebon.
Jatah beras untuk orang miskin di Jawa Barat pada 2010 sebanyak 12 kilogram per rumah tangga sasaran atau turun tiga kilogram dari jatah pada 2009 yang sebesar 15 kilogram
"Saya belum tahu angka itu, yang jelas informasinya memang ada penurunan jatah raskin itu. Namun penyalurannya tetap untuk 12 bulan distribusi," kata Sobar.
Sementara itu cadangan beras di gudang Bulog Jawa Barat cukup aman hingga Mei 2010 atau masih ada sekitar 300.000 ton beras. Sementara itu penyerapan beras petani pada Desember 2009 turun drastis.
"Stok aman hingga Mei, tak ada masalah. Termasuk untuk mengantisipasi gejolak harga beras pada paceklik nanti. Total penyerapan beras petani oleh bulog hingga akhir November 2009 ini telah mencapai 590.000 ton," kata Sobar Husein menambahkan. ***3***
Syarif Abdullah
(U.S033/B/s018/s018) 03-12-2009 14:51:51
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2009
"Program raskin tetap dilanjutkan pada 2010 mendatang, namun sejauh ini belum ada penetapan kuota untuk Jabar. Informasinya ada penurunan dibandingkan tahun 2009 ini," kata Kepala Humas Bulog Divre Jawa Barat Sobar Husein, di Bandung, Kamis.
Menurut Sobar, jatah beras miskin Jawa Barat hingga saat ini masih dalam penggodokan oleh pemerintah pusat. Meski demikian telah ada kepastian periode penyalurannya untuk 12 bulan, terhitung mulai 1 Januari 2010.
Sedangkan penyaluran Desember 2009 merupakan periode terakhir dari penyaluran tahun 2009 dengan alokasi untuk 2,9 juta rumah tangga sasaran dari kalangan keluarga miskin di Jawa Barat.
Setiap kepala keluarga (KK) mendapat jatah sebanyak 15 kilogram dengan dengan harga Rp1.600 per kilogram.
"Tahun ini kemungkinan besar kuota untuk setiap keluarga dikurangi sebagai konsekwensi dari penurunan kuota bila memang hal itu terjadi," kata Sobar.
Ia menyebutkan, Bulog Jawa Barat rata-rata menyalurkan 43.800 ton beras medium untuk penyaluran raskin di 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Penyaluran dilakukan melalui Gudang Subdolog di tujuh lokasi di Jabar, yakni di Bandung, Ciamis, Subang, Karawang, Cianjur, Indramayu, dan Cirebon.
Jatah beras untuk orang miskin di Jawa Barat pada 2010 sebanyak 12 kilogram per rumah tangga sasaran atau turun tiga kilogram dari jatah pada 2009 yang sebesar 15 kilogram
"Saya belum tahu angka itu, yang jelas informasinya memang ada penurunan jatah raskin itu. Namun penyalurannya tetap untuk 12 bulan distribusi," kata Sobar.
Sementara itu cadangan beras di gudang Bulog Jawa Barat cukup aman hingga Mei 2010 atau masih ada sekitar 300.000 ton beras. Sementara itu penyerapan beras petani pada Desember 2009 turun drastis.
"Stok aman hingga Mei, tak ada masalah. Termasuk untuk mengantisipasi gejolak harga beras pada paceklik nanti. Total penyerapan beras petani oleh bulog hingga akhir November 2009 ini telah mencapai 590.000 ton," kata Sobar Husein menambahkan. ***3***
Syarif Abdullah
(U.S033/B/s018/s018) 03-12-2009 14:51:51
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2009