Bandung, 12/11 (ANTARA) - Perum Bulog Divre Jawa Barat menyiapkan, stok beras sekitar 20.000 ton untuk dilepas melalui Operasi Pasar (OP) guna menekan gejolak harga pada musim paceklik awal 2010.

"Saat ini ada pengunduran jadwal musim tanam, imbasnya terjadi pengunduran musim panen di awal 2010 mendatang sehingga potensial terjadi gejolak harga. Bulog Jabar siapkan 20.000 ton untuk antisipasi operasi pasar," kata Kepala Bulog Distribusi Jawa Barat dan Banten, H Agusdien Fariedh di Bandung, Kamis.

Ia menyebutkan, musim panen pada 2010 mendatang kemungkinan mundur dari biasanya Februari - Maret menjadi Maret - April. Sehingga, kata Agusdien perlambatan musim panen itu akan berpengaruh terhadap ketersediaan beras.

"Kebutuhan beras di masyarakat tetap, sedangkan panen turun. Di lain pihak kebutuhan beras dari daerah lain terutama DKI jakarta juga sama menunggu pasokan dari Jabar. Kita antisipasi gejolak harga di masa-masa seperti ini," katanya.

Sementara itu, stok beras yang ada di Bulog Jawa Barat saat ini sebesar 320 ribu ton, atau masih aman untuk enam bulan ke depan atau hingga April 2010 mendatang.

Menurut Agusdien, persediaan beras Bulog masih akan mencukupi untuk mengatasi kemungkinan gejolak harga di musim paceklik pada Januari - Februari mendatang. Meski demikian, kata dia gejolak harga beras pada awal 2010 tidak akan separah 2006 lalu akibat kekeringan yang cukup panjang.

"Fokus saat ini mencukupi kebutuhan di Jabar, belum ada rencana memasok daerah lain. Namun bila diperlukan untuk memback up pasokan ke gudang Bulog daerah lain tidak ada masalah, namun stok daerah lainpun rata-rata masih aman," kata Agusdien.

Ketersediaan beras di gudang Bulog Jabar sendiri saat ini tersebar di tujuh Sub Divre Dolog serta di beberapa gudang filial atau gudang swasta.

"Penyerapan beras petani terus dilakukan dengan target penyerapan 'unlimited', berapapun ada beras kita beli. Pengadaan tidak akan mengendur, selagi ada panen pengadaan dilakukan terus," katanya.

Ia menyebutkan, hingga Oktober 2009 lalu, total pengadaan beras oleh Bulog Jawa Barat sebanyak 590 ribu ton, atau hampir mencapai prognosa pengadaan 600 ribu ton.

"Prognosa pengadaan beras unlimited, meski diakui Desember hingga Februari mendatang pengadaan menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tapi begitu panen kita gejot lagi pembelian beras," kata Agusdien.

Bulog selama ini melayani penyaluran beras untuk keluarga miskin (Raskin), mengelola Beras Cadangan Pemeringah (BCP), Operasi Pasar serta penyaluran beras untuk korban bencana alam.

Khusus penyaluran Raskin di Jawa Barat rata-rata perbulan menyalurkan sebanyak 42 ribu ton yang didistribusikan ke 26 kabupaten/ kota di Jawa Barat.

***2***

Syarif Abdullah
(U.S033/B/F004/F004) 12-11-2009 15:36:29

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2009