Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan terima kasih kepada para perempuan Indonesia yang telah berjuang demi bangsa.

"Terimakasih untuk para perempuan Indonesia yang sudah berjuang untuk bangsa," tulis Erick Thohir dalam akun resmi Instagram-nya.

Erick Thohir juga menambahkan agar para perempuan Indonesia tetaplah menjadi inspirasi dan terus bergerak menjadi yang terbaik bagi keluarga dan dunia.

Dalam akun Instagram-nya tersebut, Menteri BUMN itu juga mengutip kutipan RA Kartini yakni seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti, yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai "ibu" dalam arti sebenarnya.

Baca juga: NU sebut perlu tingkatkan proteksi terhadap perempuan dari kekerasan

Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April diperingati setiap tahunnya di Indonesia untuk memperingati perjuangan Raden Adjeng (RA) Kartini sebagai tokoh penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh komponen bangsa menjadi pahlawan kemanusiaan, meski berada di dalam rumah saat wabah Virus Corona baru atau COVID-19 ketika memaknai semangat Hari Kartini.

Baca juga: Cara Kartini masa kini melawan pandemi COVID-19

Semangat Kartini itu, kata Sri Mulyani, diharapkan menjadi contoh bagi bangsa Indonesia saat ini untuk bersama melawan COVID-19.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengharapkan dengan tetap berada di dalam rumah, masyarakat bisa membantu pemerintah dan sesama manusia melawan COVID-19, setidaknya dalam memutus penyebaran penyakit tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Indrawati, sosok Kartini penjaga fiskal di era modern

Dengan tetap berada di dalam rumah, lanjut Sri Mulyani, juga membantu para pekerja medis, dokter, perawat dan pegawai rumah sakit yang saat ini menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan manusia dari ancaman COVID-19.

Dengan tugas yang besar itu, lanjut dia, ucapan terima kasih dan penghargaan pun tidak akan mampu menembus jasa pekerja medis yang dinilai sebagai pahlawan kemanusiaan tersebut.

Baca juga: Siti Nurbaya sebut rimbawan perempuan ibarat pelita yang tak pernah padam

Pewarta: Aji Cakti

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020