Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyebar ke empat titik untuk mencari Ridho Fahri Habibie (15), seorang santri yang hanyut di aliran Sungai Cisindangbarang Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/1) malam.

"26 personel gabungan sudah melakukan pencarian dari pukul 08.00 WIB, dibagi ke empat titik dimulai dari titik korban hanyut," ujar Kepala BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah, Senin.

Empat titik pencarian tersebut, yakni di aliran sepanjang Jalan Cilendek, di aliran bendungan atau dam Bubulak, di aliran sekitar Cibulang dan terakhir di Sungai Cisindangbarang.

Tim gabungan yang terlibat menyusuri sungai terdiri atas unsur BPBD Kota Bogor, Tagana, PMI, SAR, Polresta Bogor Kota, Polmas hingga, hingga warga Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Al Falakiyah, tempat korban menimba ilmu agama.

Priyatna mengatakan, pencarian itu dilakukan dari darat dan sungai. Dua titik melalui darat dan air, sedangkan dua titik lainnya difokuskan pencarian di air menggunakan perahu karet. Tapi pencarian dihentikan sementara pada Senin petang.

"Kita juga siapkan tim penyelam, tapi kita coba pencarian darat dulu. Jadi memang ada dua titik yang kita curigai tempat tenggelamnya korban," kata Priyatna.

Satu dari empat santri yang tengah mandi di aliran Sungai Cisindangbarang tepatnya di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor  hanyut Minggu (19/1) sore. Korban bernama Ridho Fahri Habibie (15) itu hanyut lantaran tak bisa berenang dan terbawa arus air yang deras.

Baca juga: BPBD Cianjur tunggu hasil kajian PVMG terkait pergerakan tanah
Baca juga: BPBD: Dua rumah rusak akibat diterjang banjir di Garut

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020