Pemain belakang Persib Bandung, Supardi Nasir menganggap rekan yang enam tahun berkiprah bersamanya di klub yang berjuluk Maung Bandung, Hariono adalah pemain yang cukup spesial di mata fans atau Bobotoh.

Menurutnya pemain kelahiran Sidoarjo 34 tahun lalu itu adalah sosok yang memiliki kepribadian yang baik. Dengan ciri khas karakter yang kalem, menurutnya Hariono cukup jarang mendapat hujatan dari Bobotoh.

"Kita pernah juara bersama, kita pernah terpuruk bersama, mungkin Hariono adalah pemain yang tak pernah menemukan hujatan, saya pernah dihujat, dipuji, Namun Hariono spesial di mata Bobotoh," kata Supardi di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu.

Meski pemain bernomor punggung 24 itu berkarakter tenang, menurutnya Hariono adalah sosok yang menyenangkan. Maka dari itu, tentunya Supardi mengaku merasa kehilangan sosok yang bersamanya menyumbangkan sebagian masa hidupnya membela klub asal Bandung.

"Sudah enam tahun saya bersama Hariono, saya sangat tahu betul karakternya, dia orang asik, meski pendiam, tapi asik sebenarnya, sedih pastinya," kata Supardi menambahkan.

Sebelumnya, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts menyampaikan bahwa gelandang Maung Bandung, Hariono akan meninggalkan Persib karena tidak akan memperpanjang kontrak untuk musim 2020.

"Sejauh ini baru dua pemain yang dikonfirmasi akan pergi dari tim, Hariono dan Kevin," kata Robert saat sesi latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (19/12).

Gelandang yang sudah memperkuat Maung Bandung sejak tahun 2008 itu memang kontraknya akan berakhir pada musim ini. Pemain bernomor punggung 24 itu adalah salah satu pemain yang merasakan Maung Bandung meraih juara pada musim 2014.

Sepanjang karir membela klub asal Bandung, Hariono tercatat baru mencetak satu gol. Hariono pada saat itu mencetak gol dari titik putih dalam laga menghadapi Perseru Serui dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 30 November 2016.

Pada setiap laga, pemain kelahiran 2 Oktober 1985 itu kerap menjadi pilihan untuk masuk daftar pemain inti bagi siapapun sosok pelatih Persib. Termasuk menjadi pilihan bagi Pelatih Djadjang Nurjaman untuk bermain dalam laga final ISL musim 2014 menghadapi Persipura Jayapura.

Baca juga: Tak pernah menang tandang, PSM bertekad curi poin dari Persib

Baca juga: Hariono tidak akan perpanjang kontrak di Persib

 

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019