Pelebaran ruas Jalan Kalimalang dari satu jalur menjadi dua jalur diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selalu terjadi di jalan nasional pantai utara atau Pantura wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna mengatakan jalur alternatif Kalimalang diproyeksi mampu mengurangi volume kendaraan yang melintas di jalur utama.

"Kami berharap pelebaran Jalan Kalimalang segera diselesaikan agar kemacetan di jalan nasional bisa terurai," kata Yana di Cikarang, Minggu.
 

Yana mengaku jalan nasional saat ini masih menjadi akses utama warga untuk berangkat maupun pulang bekerja.

Bahkan dari hasil pemetaan pihaknya mencatat 23 titik kemacetan yang ada di Kabupaten Bekasi didominasi oleh ruas jalan nasional Pantura.

Sejumlah titik kemacetan di jalan nasional itu antara lain mulai dari simpang Indoporlen, Pasar Tambun, SKU, Pasar Induk Cibitung, simpang Perdana Cibitung, hingga simpang Warung Bongkok.
 

Kemudian Terminal Cikarang, bundaran Sentra Grosir Cikarang, serta beberapa simpang lainnya di sepanjang jalur Pantura tersebut.

"Kemacetan biasa terjadi pada pagi ketika orang berangkat kerja dan sore ketika orang pulang kerja," kata dia.

Pengguna jalan didominasi oleh para pekerja kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah menyebut kawasan industri di wilayahnya merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah buruh mencapai ratusan ribu.

"Jika dua jalur Kalimalang telah selesai tentunya dapat mengurai kemacetan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi," kata Yana.

Baca juga: Warga minta Pemkab Bekasi serius tangani Jalan Kalimalang

Baca juga: Kalimalang Bekasi jadi mirip wisata sungai di Seoul Korea segera terwujud
 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019