Karhutla di Aceh Barat meluas capai 56 hektare sulit dikendalikan

Karhutla di Aceh Barat meluas capai 56 hektare  sulit dikendalikan

Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terlihat di area persawahan Desa Cot Amun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (6/8/2019). (ANTARA Aceh/Syifa Yulinnas)

Meulaboh (ANTARA) - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat hingga Selasa (6/8) malam semakin meluas mencapai 56 hektare lebih dan masih sulit dikendalikan untuk dilakukan pemadaman.

Ada pun lokasi terparah terjadi di tiga desa meliputi Desa Peulanteu, Seuneubok Trap dan Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, dengan luas lahan yang terbakar mencapai puluhan hektare.

"Untuk Selasa siang, ada satu lagi titik kebakaran baru di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Luas kebakaran lahannya mencapai 5 hektare," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Mashuri kepada Antara, Selasa di Meulaboh.

Menurutnya, lokasi baru yang terbakar tersebut merupakan lahan tanaman palawija jenis ubi dan sudah siap panen, dan menyebabkan kebakaran lahan karena lahan yang terbakar tersebut diduga kuat dibakar oleh pemilik lahan.

Atas kejadian ini, pihaknya mengerahkan puluhan petugas dibantu personel Polri dari Polres Aceh Barat dan TNI, guna melakukan pemadaman.

"Kami masih terus melakukan pendataan, karena luas lahan yang terbakar memang sangat luas," kata Mashuri menambahkan.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Ramli MS meminta Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Republik Indonesia agar segera menurunkan tim untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah terjadi sejak satu bulan lebih di daerah itu.

Dampak musibah tersebut telah menyebabkan puluhan hektare lahan masyarakat yang berada di tiga kecamatan seperti Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan dan Bubon terbakar dengan luas lahan yang terdampak mencapai 50 hektare lebih.

"Saya sudah surati BPBA dan BNPB agar segera membantu pemadaman api di Aceh Barat, minimal ada hujan buatan atau penyiraman air dari udara," kata Bupati Ramli MS kepada Antara di Meulaboh.

Menurut dia kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Aceh Barat sudah terjadi dalam rentang waktu antara awal Juli hingga awal Agustus 2019 dan saat ini upaya pemadaman masih sulit dilakukan, akibat jumlah lahan gambut yang terbakar semakin meluas.

Meski pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dan melakukan berbagai langkah pemadaman, akibat keterbatasan prasarana dan sarana, kobaran api di lokasi kebakaran sangat sulit dipadamkan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengakui anggaran untuk operasional pemadaman api juga sudah mulai menipis dan jika tidak mendapatkan respons dari pemerintah pusat, ia khawatir sebaran api yang membakar lahan di Aceh Barat akan semakin sulit diatasi.

Baca juga: DLHK Aceh bentuk masyarakat peduli api

Baca juga: Bupati minta BNBP bantu padamkan karhutla di Aceh Barat
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019