Rel kereta baru hubungkan Turki dengan China dan Inggris

Rel kereta baru hubungkan Turki dengan China dan Inggris

Seorang insiyur melakukan pemeriksaan terakhir di atas kereta Marmaray, kereta api bawah laut yang menghubungkan Eropa dan Asia sekitar 60 meter di bawah Selat Bosporus, Istanbul, Turki, Selasa (29/10). Turki membuka jalur kereta api bawah laut pertamanya yang menghubungkan kedua benua Selasa kemarin, memungkinkan Perdana Menteri Tayyip Erdogan untuk mewujudkan sebuah proyek yang diimpikan para sultan Ottoman lebih dari seratus tahun lalu. Proyek transportasi sepanjang 13km ini dinamakan Marmaray, dan akan mengakomodasi kereta komuter bawah tanah di kota terbesar Eropa itu serta nantinya akan memungkinkan lewatnya kereta super cepat dan kereta barang. (REUTERS/Murad Sezer)

Kocaeli, Turki (ANTARA) - Salah satu terminal peti kemas terbesar di Turki, DP World Yarimca, dihubungan ke China dan London oleh jaringan rel kereta pada Selasa (30/7).

Saat meresmikan jaringan rel baru kereta tersebut, Menteri Transportasi dan Prasarana Turki Mehmet Cahit Turhan, mengatakan jaringan baru rel kereta itu akan menghubungkan Pelabuhan Yarimca dengan jaringan re kereta utama --yang tersambung ke London dan China. Terminal tersebut berada di Teluk Izmit, di ujung paling timur Laut Marmara.

"Ketika kami melihat masalah itu dari perspektif luas, rel baru tersebut telah menyediakan hubungan langsung antara China dan London melalui Turki," kata Turhan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.

Terminal itu, yang berada di Provinsi Industri Turki, Kocaeli, dioperasikan oleh perusahaan penanganan pelabuhan yang berpusat di Uni Emirat Arab, DP World Harbor.

"Dengan jaringan rel baru ini, pelabuhan tersebut memilik peluang untuk menjangkau setiap sudut Turki," tambah menteri.

Ia mengatakan sebanyak 133 miliar lira Turki (23,84 miliar dolar AS) telah ditanamkan untuk menggerakkan sektor transportasi Turki, mewujudkan potensi posisi geografik negeri itu --yang membuatnya menjadi pangkalan logistik alamiah.

Sejak 2003, Turki telah membuat rel bagi kereta ekspres dan saat ini negara tersebut terlibat dalam pembuatan jaringan rel lebih dari 2.000 kilometer, kata menteri itu.

Ia menambahkan pemerintah bertekad untuk membuat Turki jadi pangkalan logistik yang ideal.

Presiden Kantor Penanaman Modal Turki Arda Ermut mengatakan tujuannya bukan hanya menyediakan pelabuhan atau jaringan rel, tapi menyediakan fasilitas transportasi dan hubungan ke seluruh dunia.

Kris Adams, Manajer Utama DP World's Harbor Yarimca, menyatakan pelabuhan tersebut --yang memiliki peran penting dalam menghubungkan Chinda dengan Eropa-- juga akan memberi sumbangan bagi posisi strategis Turki.

Perusahaan itu mengupayakan penanaman modal 500 juta dolar AS di Yarimca Harbor, untuk dipusatkan pada peningkatan ekspor dari Turki.

Sumber: Anadolu Agency
Baca juga: Kereta "Jalur Sutra" pertama tiba di Inggris dari China
Baca juga: Perancis-Italia tetap bangun jalur kereta api lintas negara
Baca juga: Jalur Kereta Api China Terpanjang di Asia
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019