Tour d'Indonesia bakal setara dengan Tour de Langkawi Malaysia

Tour d'Indonesia bakal setara dengan Tour de Langkawi Malaysia

Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari (kaos hitam) menyaksikan Bendahara PB ISSI Roni Fauzan mencoba sepeda khusus untuk disiplin trials di komplek Velodrome Munaip Saleh, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). ANTARA/Bayu Kuncahyo/am.

Bandung (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menargetkan kejuaraan balap sepeda internasional Tour d'Indonesia (TdI) naik level sehingga setara dengan kejuaraan Le Tour de Langkawi di Malaysia, paling dekat tahun depan.

"TdI tahun ini masih level 2.1 UCI. Target kami bisa setara dengan Tour de Langkawi yaitu 2. HC (Hors Class)," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di sela menyaksikan Indonesia BMX Free Style Championship di Velodrome Munaip Saleh Cimahi, Jawa Barat, Sabtu.

Le Tour de Langkawi merupakan salah satu balapan level tertinggi di Asia. Pesertanya tidak hanya level continental, namun juga harus melibatkan tim pro-continental dan world tour. Begitu juga dengan perangkat pendukung, seperti fasilitas juga harus disesuaikan dengan level kejuaraan.

Meski demikian, Okto mengakui jika hal tersebut tidak semudah membalikkan tangan. Namun, pihaknya optimistis apa yang ditargetkan bisa tercapai mengingat berbagai upaya untuk menaikkan level terus dilakukan.

"TdI tahun ini adalah yang kedua dengan level 2.1 dan saat ini menjadi kejuaraan tertinggi di Indonesia. Kami terus melakukan peningkatan. Rencananya tahun ini sudah menggunakan helikopter. Ini salah satu syarat menaikkan level," katanya menambahkan.

Sesuai rencana, Tour d'Indonesia 2019 bakal berlangsung 19-23 Agustus. Pada tahun kedua kejuaraan level 2.1 berlangsung, balapan akan diawali di Candi Borobudur Jawa Tengah dan finis di Gianyar Bali.

Saat ini persiapan Tour d'Indonesia 2019 terus berjalan mengingat pelaksanaannya kurang dari satu bulan. Koordinasi dengan banyak pihak termasuk aparat keamanan juga dilakukan demi kelancaran kejuaraan yang banyak melibatkan pebalap dari berbagai negara itu.

"PB ISSI hanya sebatas memberi rekomendasi. Untuk pelaksanaannya melibatkan pihak ketiga. Seperti tour-tour yang ada di Indonesia lainnya," kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

Selain Tour d'Indonesia, balapan di Indonesia berjalan dengan rutin. Hanya saja levelnya baru 2.2 UCI yang diantaranya adalah Tour de Singkarak dan Tour de Ijen Banyuwangi. Sebelumnya juga ada Tour de Flores.
Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019