Kemarin, kampanye jadi 71 hari hingga KPU copot dua komisioner

Kemarin, kampanye jadi 71 hari hingga KPU copot dua komisioner

Arsip Menkumham, Yasonna Laoly (Kiri) dan Menteri Perindustrian, Airlangga Sutjipto bersalaman dengan anggota DPR RI Komisi VI, Nasim Khan saat rapat dengar pendapat di ruang rapat Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, (15/07/2019). ANTARA/Abdu Faisal/am.

Jakarta (ANTARA) - Kemarin, Rabu (17/7/2019) sejumlah berita politik menjadi perhatian pembaca, mulai dari masa kampanye Pilkada 2020 diusulkan menjadi 71 hari hingga KPU copot Evi Novida serta Ilham Saputra dari jabatan ketua divisi

Berikut sejumlah berita politik kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

Masa kampanye Pilkada 2020 diusulkan menjadi 71 hari

Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 diusulkan menjadi 71 hari dalam rancangan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kini sudah dikirimkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Masa kampanye yang dipersingkat tersebut menanggapi kritikan Komisi II DPR RI terhadap usulan masa kampanye sepanjang 81 hari dalam rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu.

Selengkapnya di sini

KPU copot Evi Novida serta Ilham Saputra dari jabatan ketua divisi

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan Evi Novida Ginting serta Ilham Saputra telah diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua divisi sesuai dengan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Sudah, kami sudah menindaklanjuti kemarin. Kami sudah terbitkan tindak lanjutnya banyak, mulai memberikan peringatan, kan banyak putusannya, termasuk menyatakan Bu Evi dan Pak Ilham berhenti sebagai ketua divisi," tutur Arief di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu.

DKPP dalam putusannya meminta KPU RI memberhentikan Evi Novida Ginting dari jabatan Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Diklat dan Litbang karena melanggar kode etik terkait seleksi calon anggota KPU Kolaka dan Kolaka Timur.

Selengkapnya di sini

Wapres minta Mendagri efisienkan perjalanan dinas pejabat daerah

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melakukan efisiensi perjalanan dinas kepala daerah dan pejabat daerah, khususnya ketika menghadiri acara di pusat pemerintahan Jakarta.

Dengan efisiensi perjalanan dinas para pejabat daerah tersebut, maka beban APBN akan berkurang mengingat defisit kas negara semakin membengkak, kata Wapres.

"Saya sudah minta, seperti dikatakan Mendagri, nanti acara-acara itu digabung menjadi satu supaya biaya perjalanan bisa dihemat. Negara sekarang banyak defisitnya, jadi perlu dibantu untuk tidak banyak biaya perjalanan dan biaya acara-acara," kata Wapres JK dalam sambutannya di Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) Tahun 2019 di JCC Senayan Jakarta, Rabu.

Selengkapnya di sini

Gerindra: 28 Juni Prabowo beritahu rencana bertemu Jokowi

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sejak 28 Juni 2019 sudah memberitahu kepada semua pimpinan partai politik koalisi, ulama, purnawirawan dan relawan, terkait rencana bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo.

"Dalam rapat koalisi terakhir pada 28 Juni di Kertanegara, Prabowo memberitahukan kepada semua pimpinan partai koalisi, ulama, purnawirawan, dan relawan yang hadir mengatakan akan bertemu Jokowi," kata Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Menurut Andre, Prabowo juga menegaskan akan memberitahukan hasil pertemuannya dengan Jokowi secara transparan,

Selengkapnya di sini

Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan dijadikan museum

Pemerintah Kota Padang menjadikan Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan yang merupakan pahlawan nasional dan Wali Kota Padang yang kedua sebagai museum untuk mengenang perjuangan yang dilakukan.

"Setelah dilakukan renovasi selama dua tahun, rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan yang berlokasi di Alang Lawas Kecamatan Padang Selatan akan diresmikan sebagai museum," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian di Padang, Rabu.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019