Ringkasan Grup F, juara bertahan tak meyakinkan

Ringkasan Grup F, juara bertahan tak meyakinkan

Ekspresi kecewa gelandan tim nasional Kamerun Pierre Kunde setelah gagal memanfaatkan pelung untuk mencetak gol dalam laga pamungkas penyisihan Grup F Piala Afrika 2019 melawan Benin di Stadion Ismailia, Mesir, Selasa (2/7/2019) setempat. (ANTARA/AFP/Ozan Kose)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Kamerun tiba di Mesir melakoni putaran final Piala Afrika 2019 berstatus juara bertahan, namun mereka melewati fase penyisihan grup dengan cara yang tidak meyakinkan.

Kamerun, yang kini dibesut pelatih kepala Clarence Seedorf, memang tetap berhasil lolos ke babak 16 besar, namun hanya sebagai peringkat kedua klasemen akhir Grup F.

Lolos ke babak 16 besar menjadi satu dari hanya dua aspek positif yang diperlihatkan Kamerun di Mesir sejauh ini.

Keberhasilan menjaga catatan tanpa kebobolan dalam rangkaian laga penyisihan grup menjadi aspek positif lainnya, yang sukses mereka pertahankan usai bermain imbang nirgol kontra Benin dalam pertandingan pamungkas pada Rabu dini hari WIB di Stadion Ismailia.

Kamerun agaknya bakal membutuhkan peningkatan penampilan lebih dari dua kali lipat jika masih ingin mempertahankan gelar juara mereka.

Pada waktu bersamaan, hasil itu justru memberi keuntungan bagi Benin yang lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik menyusul Guinea dari Grup B dan Republik Demokratik Kongo dari Grup A.

Benin, berbekal raihan tiga poin dan selisih gol impas, sekaligus menyingkirkan Kenya yang jadi peringkat ketiga Grup C dengan koleksi tiga poin dan defisit empat gol.

Baca juga: Ringkasan Grup A, kesempurnaan "Pasukan Firaun"

Baca juga: Ringkasan Grup B, kejutan Lakon Upik Abu ala Madagaskar


Selain menguntungkan Benin, hasil imbang nirgol berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ghana yang dalam waktu bersamaan menundukkan Guinea-Bissau 2-0 di Stadion Suez.

Kemenangan dengan selisih dua gol itu praktis membuat Ghana berakhir sebagai jawara Grup F.

Kendati sama-sama mengoleksi lima poin dan surplus dua gol, namun Ghana mengungguli Kamerun dalam departemen produktivitas gol empat berbanding dua.

Kejayaan Ghana berbanding lurus dengan nestapa Guinea-Bissau yang kembali terhenti dalam penampilan kedua mereka di putaran final Piala Afrika. Bahkan catatan Guinea-Bissau kali ini lebih buruk dibanding dua tahun lalu, sebab mereka sama sekali tak mampu mencetak satu gol pun dalam tiga pertandingan di Mesir.

Pada babak 16 besar, lawan Kamerun dan Benin sudah ditentukan, sedangkan Ghana menanti hasil laga pamungkas Grup E.

Kamerun akan menghadapi runner-up Grup B, Nigeria, di Stadion Alexandria pada Sabtu (6/7), sehari setelah Benin bertemu Maroko di Stadion Al Salam, Kairo.

Sementara itu, Ghana akan bermain pada Selasa (9/7) dini hari WIB menghadapi runner-up Grup E yang dihuni Angola, Mali, Mauritania dan Tunisia.

Baca juga: Ringkasan Grup C, Aljazair membantah prediksi

Baca juga: Ringkasan Grup D, Singa Atlas sempurna tapi minim gol


Hasil pertandingan Grup F:

Kamerun 2 - Guinea-Bissau 0 (Banana Yaya 66', Stephane Bahoken 69') Baca juga: Kamerun awali upaya pertahankan gelar dengan tundukkan Guinea-Bissau
Ghana 2 - Benin 2 (Andre Ayew 9', Jordan Ayew 42'; Mickael Pote 2', 63') Baca juga: Benin tahan imbang 10 pemain Ghana 2-2
Kamerun 0 - Ghana 0 Baca juga: Ghana imbangi juara bertahan Kamerun
Benin 0 - Guinea-Bissau 0 Baca juga: Benin vs Guinea-Bissau juga berakhir tanpa gol
Benin 0 - Kamerun 0 Baca juga: Benin cetak sejarah, imbangi Kamerun demi lolos 16 besar
Ghana 2 - Guinea-Bissau 0 (Jordan Ayew 46', Thomas Partey 72') Baca juga: Ghana tundukkan Guinea-Bissau 2-0, lolos sebagai juara Grup F

Klasemen Grup F
 TimMMIKGolP
1Ghana31204-25
2Kamerun31202-05
3Benin30302-23
4Guinea-Bissau30120-41
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019