Idul Fitri momentum meredakan tensi politik

Idul Fitri momentum meredakan tensi politik

Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan usai Shalat Ied di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/6/2019). (ANTARA/M Fikri Setiawan).

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Jawa Barat Ade Yasin-Iwan Setiawan menunjukkan pada masyarakat bahwa hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah menjadi momentum dalam meredakan tensi politik yang sempat tegang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Keduanya merupakan kader partai politik dari dua koalisi berbeda pada kontestasi pemilihan presiden (pilpres). Ade Yasin yang merupakan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat berada di koalisi pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Sedangkan Iwan Setiawan yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor berada di koalisi pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Idul Fitri ini jadi momentum menyatukan hal-hal yang kemarin abis pileg dan pilpres," kata Iwan Setiawan.

Keduanya nampak hadir bersamaan pada pelaksanaan Shalat Ied di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor dari Pendopo Bupati yang jaraknya sekitar 200 meter.

Keduanya melaksanakan Shalat Ied dengan ribuan masyarakat beserta Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ilham Permana dan Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky yang nampak hadir di saf paling depan.

Shalat Ied berjamaah di Lapangan Tegar Beriman ini diimami oleh KH Asep Hidayat yang merupakan wakil pengasuh Pondok Pesantren Nurul Furqon Al Husni. Kemudian, yang bertindak sebagai Khoatib yaitu KH Sanusi Azhari, Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor.

Usai melaksanakan Shalat Ied, Ade Yasin dan Iwan Setiawan kembali ke Pendopo Bupati untuk melaksanakan open house. Pasalnya, Ade Yasin akan menggelar open house dua hari berturut-turut di Pendopo Bupati.

"Setelah shalat, makan ketupat bareng di pendopo. Hari pertama dan kedua open house di pendopo. Open house hari kedua sampai sore," kata Ade Yasin.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019