Ancaman tornado reda tapi diperkirakan terjadi lagi pekan depan

Ancaman tornado reda tapi diperkirakan terjadi lagi pekan depan

Foto udara yang memperlihatkan puing puing rumah yang hancur akibat terjangan tornado yang melanda kota Jefferson, Missouri, AS, Kamis (23/5/2019). Sedikitnya 20 orang dikabarkan mengalami luka luka dan pihak kepolisian setempat mengatakan tidak ada yang hilang dalam kejadian ini. ANTARA FOTO/Reuters-Drone Base/hp.  

Washington (ANTARA) - Tornado yang menerjang dan hujan lebat yang mengguyur seluruh Amerika Serikat dari wilayah Plains di bagian selatan sampai New Jersey diperkirakan reda pada Kamis tapi berlanjut pada awal pekan depan, kata petugas prakiraan cuaca.

Hujan, hujan salju, hujan badai dan ancaman tornado akan kembali dari Texas Timur, Kansas, Iowa, Missouri dan ke wilayah Illionis serta beberapa bagian East Coast, kata David Roth, petugas prakiraan cuaca di National Weather Service pada Rabu pagi (28/5).

"Anda tak bisa beruntung," kata Roth, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis sore. "Atau setidaknya untuk waktu lama."

Beberapa tornado dilaporkan memasuki daratan pada Selasa malam di Kansas, sehingga merusak rumah, menumbangkan pohon dan memutus kabel listrik, kata NSW.

Sebanyak puluyhan orang dilaporkan cedera di Douglas County. Kansas, kata Kantor Sheriff's. Banyaknya orang yang cedera belum diketahui.

Gelombang terakhir tornado datang sehari setelah angin puting beliung meluluhlantakkan bangunan di Ohio Barat, menewaskan satu orang, melukai banyak orang serta memicu upaya pemulihan di permukiman yang porak-poranda.

Lebih dari 300 tornado telah menerjang Midwest dalam dua pekan terakhir ini. Topan paling akhir mengikuti tornado dan mengakibatkan banjir yang menewaskan tiga orang di Missouri serta enam orang di Oklahoma satu pekan sebelumnya, termasuk dua tornado di El Reno pada Sabtu.

Baca juga: Topan dan panas yang menyengat melanda AS Selatan
Baca juga: Tornado terjang Oklahoma, lebih dari 30 orang cedera


Sumber: Reuters
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019