Jalan raya Denpasar-Gilimanuk di Jembrana terendam banjir

Jalan raya Denpasar-Gilimanuk di Jembrana terendam banjir

Air banjir masih menggenangi jalan raya Denpasar-Gilimanuk di bilangan Jalan Udayana, Kota Negara, Kabupaten Jembrana sehingga kendaraan yang melintas harus berhati-hati, Jumat (24/5). (Antaranews Bali/Gembong Ismadi/2019)

Jembrana (ANTARA) - Jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, terendam banjir akibat hujan lebat yang turun hari Kamis (23/5) dari sore hingga malam hari.

"Kami kerahkan seluruh anggota dan peralatan untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Ada sejumlah warga yang kamu evakuasi, karena air banjir di rumahnya cukup tinggi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana Ketut Eko Susilo, Jumat.

Dari laporan yang diterima, banjir itu melanda kawasan Desa Kaliakah, Kelurahan Baler Bale Agung, Kelurahan Loloan Barat dan Kelurahan Loloan Timur, termasuk jalan raya Denpasar-Gilimanuk di titik Jalan Udayana, Kota Negara.

Di perbatasan Desa Kaliakah dan Kelurahan Baler Bale Agung, petugas BPBD melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga yang ketakutan dan tidak bisa keluar rumah, karena air yang cukup tinggi.

Sementara di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana sedikitnya 35 orang warga menjadi korban banjir, yang beberapa diantaranya harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Pagi ini air sudah surut, dan warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah. Memang di beberapa wilayah di sini sering kebanjiran saat hujan," kata Kepala Lingkungan Loloan Timur Mustaidin, saat dihubungi Jumat.

Koresponden Antara di Jembrana melaporkan sebagian ruas jalan Denpasar-Gilimanuk di Jalan Udayana hingga Jumat pagi masih terendam air, namun bisa dilalui oleh kendaraan yang melintas.

Air banjir tampak masih menggenang di sisi jalan dari arah Gilimanuk sekitar 100 meter, termasuk pemukiman warga yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Bagi kendaraan dari arah Gilimanuk, diarahkan untuk melalui sisi kanan jalan yang posisinya lebih tinggi, meskipun kendaraan harus pelan-pelan melintasinya.

Baca juga: Rumah terdampak banjir bandang di Jembrana dibersihkan gotong royong

Baca juga: Jembrana-Bali perlu perbanyak drainase atasi banjir
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Gembong Ismadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019