AS kaji rencana militer terkait Iran

AS kaji rencana militer terkait Iran

Amerika Serikat akan meninggalkan "kelompok kecil penjaga perdamaian" yang terdiri atas 200 pasukan Amerika di Suriah selama jangka waktu tertentu pascapenarikan pasukan AS (veteranstoday.com) (veteranstoday.com/)

Washington (ANTARA) - Menteri Pertahanan sementara Amerika Serikat Patrick Shanahan telah menyampaikan rencana terbaru militer, yang mengarah pada pengiriman 120.000 tentara AS ke Timur Tengah kalau-kalau Iran menyerang pasukan AS atau mempercepat pengerjaan senjata nuklir, menurut laporan New York Times, Senin (13/5).

Rencana diperbarui atas perintah dari kalangan garis keras pimpinan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, lapor surat kabar tersebut yang mengutip sumber-sumber tanpa nama.

Rencana itu tidak berisi desakan agar AS melakukan serbuan darat ke Iran, menurut New York Times.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui penerapan sejumlah sanksi, pernyataan keras serta ancaman pengerahan militer.

Shanahan sudah setuju soal pengiriman landasan kendaraan amfibi dan sistem pertahanan udara ke Timur Tengah, kata Pentagon, yang adalah gedung markas Departemen Pertahanan AS, dalam pernyataan pada Jumat.

Pengerahan itu diputuskan beberapa hari setelah Gedung Putih mengumumkan akan mengirimkan unit pengebom dan kapal perang Abraham Lincoln ke kawasan itu.

Sebagai tanggapan atas langkah AS, Presiden Iran Hassan Rouhani pekan lalu mengumumkan bahwa Iran menarik diri dari ketentuan pembatasan soal kesepakatan nuklir Iran soal cadangan uranium serta pasokan air negara itu.

Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, keluar dari kesepakatan nuklir Iran tersebut, yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan dicapai pada 2015.

Baca juga: Trump jatuhkan sanksi baru ke Iran, kali ini sasar industri logam
Baca juga: AS akan umumkan berakhirnya keringanan atas sanksi impor minyak Iran

 
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019