Pemkab Jayawijaya berharap Kemenkumham bangun kantor imigrasi Wamena

Pemkab Jayawijaya berharap Kemenkumham bangun kantor imigrasi Wamena

Suasana usai pertemuan antara Kanwil Kemenkumham Papua dengan Pemkab Jayawijaya untuk membicarakan pembentukan Tim PORA setempat (Foto: ANTARA/Dok. Kanwil Kemenkumham Papua).

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua membangun kantor unit kerja keimigrasian di Wamena, ibu kota kabupaten setempat.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Jayawijaya Paulus Sarira ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Jumat, mengemukakan pihaknya berharap dapat memiliki Kantor Cabang Imigrasi di Jayawijaya agar pelayanan dan pengawasan terhadap orang asing bisa ditangani secara cepat.

Menurut dia, jika penanganan itu bisa cepat, maka lama tinggal seorang warga negara asing di Jayawijaya akan menjadi lebih lama dan akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu, kata dia, untuk memperpendek waktu harus jauh ke Kota Jayapura dalam pengurusan paspor untuk bepergian ke luar negeri.

Terkait lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Jawijaya, menurut dia, ada beberapa LSM luar negeri yang bekerja di daerah ini, sehingga secara ekonomi membantu masyarakat, tetapi karena persyaratan bantuan dana luar negeri harus memiliki tenaga ahli dari luar negeri, LSM ini perlu dipantau oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura Gatut Setiawan menyatakan bahwa di Kabupaten Jayawijaya baru pertama kali dibentuk Tim PORA, dan tim ini berjalan mengacu pada amanat undang-undang dan posisinya sangat strategis.

Gatut menjelaskan Tim PORA kabupaten sangat strategis, karena secara administrasi bisa menjangkau pendataan orang asing di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Menurutnya, tak dipungkiri banyak orang asing datang dengan tujuan wisata, bekerja maupun keperluan lain yang semuanya perlu diawasi. "Karena Kabupaten Jayawijaya cukup banyak menarik kunjungan orang asing dengan beragam profil, untuk berwisata maupun bekerja," katanya lagi.

"Di satu sisi ada positifnya, di sisi lain juga bisa memungkinkan adanya penyalahgunaan izin tinggal, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba," katanya lagi.

Dia berharap ada sinergi antarlembaga yang tergabung dalam Tim PORA yang telah dikukuhkan hari ini, sehingga fungsi pengawasan bisa berjalan dengan maksimal.

Pewarta : Musa Abubar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019