Ratusan penyandang disabilitas di Temanggung ikuti simulasi bencana

Ratusan penyandang disabilitas di Temanggung ikuti simulasi bencana

Para penyandang disabilitas intelektual atau tuna grahita berusaha menyelamatkan diri dalam simulasi penanggulangan bencana bagi disabilitas di komplek Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (26/4/2018). (Dok ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Temanggung (ANTARA) - Ratusan penyandang disabilitas tuna grahita di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, Jawa Tengah, Jumat, dilatih tanggap bencana dalam simulasi yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung.

Dalam simulasi tersebut para penyandang disabilitas berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai upaya saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 5 SR.

Para penyandang disabilitas intelektual yang saat itu sedang berada di dalam kelas berhamburan keluar ruangan sambil menutup kepala mereka dengan peralatan seadanya.

Mereka langsung menuju salah satu titik kumpul yang aman. Meskipun ketakutan mereka tetap tenang menghadapi bencana alam yang jarang sekali terjadi di Kabupaten Temanggung.

Koordinator Simulasi Bencana Suratinah mengatakan simulasi evakuasi mandiri yang digelar di BBRSPDI Kartini ini melibatkan seluruh penyandang disabilitas dan pegawai.

Ia mengatakan, gladi lapangan penanggulangan bencana gempa bumi ini sebagai bekal kemampuan dan kesiapsiagaan dalam melakukan evakuasi mandiri bila terjadi bencana alam.

"Pada saat terjadi bencana, tidak akan ada petugas penyelamat yang melakukan pertolongan. Untuk itu dalam simulasi ini para penerima manfaat dan pegawai dilatih cara menyelamatkan diri ke tempat yang aman, bahkan beberapa penerima manfaat juga dilatih cara mengevakuasi korban," katanya.

Ia mengaku sengaja memilih simulasi penyelamatan diri untuk korban bencana gempa, karena gempa yang terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia ini sering memakan korban.

"Harapan kami tidak akan pernah ada bencana gempa bumi di Temanggung, hanya saja persiapan menghadapi semua bencana harus dilakukan," katanya.

Penyandang disabilitas Muhammad Arif menuturkan selama simulasi tanggap bencana ini dirinya mengikuti instruksi dengan baik sehingga ketika nanti ada bencana dirinya bisa menyelamatkan diri.

Ia menyampaikan dari simulasi itu dirinya menjadi tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam. * 

Baca juga: Ada 9.430 pemilih disabilitas di Pemilu 2019 di Jakarta
Baca juga: BNPB targetkan 50 juta orang ikut simulasi kesiapsiagaan bencana
 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019