Menteri LHK beri izin Unilak kelola hutan untuk pendidikan

Menteri LHK beri izin Unilak kelola hutan untuk pendidikan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (tengah) menyerahkan Surat Keputusan izin mengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) kepada Rektor Universitas Lancang Kuning Dr. Hasnati, yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Riau Edy Nasution (kanan), di Pekanbaru, Jumat (12/4/2019) (Foto Humas Unilak)

Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengabulkan permohonan Universitas Lancang Kuning (Unilak) untuk mendapat izin mengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai hutan untuk pendidikan seluas 103 hektare di Kabupaten Kampar, Riau.

Surat Keputusan KHDTK Hutan Pendidikan diserahkan langsung Menteri LHK Dr. Siti Nurbaya Bakar kepada Rektor Unilak Dr. Hasnati dalam kunjungan kerjanya ke Unilak, di Pekanbaru, Jumat.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Sekjen KLHK, para Dirjen, Kepala Badan, dan jajaran KLHK lainnya.

Lokasi KHDTK hutan pendidikan yang dipercayakan kepada Unilak berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, berlokasi di Kecamatan Siak Hulu, Kampar, dengan luasan sekitar 103 hektare.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan sudah mengenal Unilak sejak 1990-an ketika pakar UI Dr. Iwan Jaya Aziz intensif mempelajari Riau.

Ia juga mengenal Unilak sebagai satu-satunya universitas swasta di Sumatera yang memiliki Fakultas Kehutanan.

"Saya mengenal kampus ini sejak lama dan Fahutan Unilak sangat pantas mendapatkan KHDTK hutan pendidikan untuk menjadi sumber pengetahuan dalam rangka tata kelola hutan. Tidak hanya di Riau tapi juga Indonesia," kata Siti Nurbaya dalam sambutannya di hadapan civitas akademik Unilak.

Dengan memiliki KDHTK Hutan Pendidikan, Menteri Siti mendorong Fahutan Unilak dapat menjadi laboratorium lapangan, mengingat beberapa hal yang sangat penting ada di Riau, seperti variabilitas landscape, kompleksitas masalah sosial, konsentrasi habitat flagship spesies terutama harimau, gajah dan orangutan.

"KHDTK hutan pendidikan menjadi ketuk pintu untuk pengembangan Fahutan Unilak ke depan dan ini tidak boleh berhenti. Saya ingin Fahutan Unilak mampu bersaing dengan kakak-kakaknya seperti IPB, UGM, dan lainnya," katanya.

Setelah itu menurut Siti Nurbaya, perlu dilakukan segera tata batas, penyusunan rencana kerja dan langkah-langkah fisik lainnya. 

Melalui pemanfaatan KHDTK Hutan Pendidikan, Menteri Siti menyandarkan pemahaman tentang pengetahuan hutan Sumatera pada Fahutan Unilak, baik untuk tingkat regional, nasional maupun global.

Rektor Unilak, Dr.Hasnati mengatakan dengan adanya SK KHDTK, Fakultas Kehutanan Unilak yang memiliki Prodi Kehutanan akan semakin mampu mengembangkan cabang-cabang ilmu kehutanan agar lebih maju serta memiliki manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Ia mengatakan, proses pengajuan KHDTK Hutan Pendidikan nyaris tanpa kendala, tidak berbelit-belit, dan tidak ada biaya apapun yang perlu dikeluarkan selama proses pengajuan.

"KHDTK hutan pendidikan ini akan menjadi energi baru bagi Unilak, menjadi laboratorium lapangan yang bisa dimanfaatkan civitas akademik Unilak, sehingga ke depan dapat menjadi etalase pengelolaan hutan lestari di Provinsi Riau," lanjut Hasnati. .

Usai penyerahan SK KHDTK, dilakukan acara penanaman pohon di depan gedung Fahutan Unilak. Hadir dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji  Prof Dr Ir Irwan Effendi, dan Direktur Pascasarjana Prof Dr Sudi Fahmi, MH. 

Baca juga: Kementerian LHK tunjuk UMM kelola kawasan hutan dengan tujuan khusus
Baca juga: Universitas Brawijaya kini punya hutan pendidikan di Gunung Arjuno
Baca juga: FAO-KLHK suarakan pendidikan hutan untuk selamatkan kehidupan
Pewarta : FB Anggoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019