JK Berbagi Pengalaman Kepemimpinan sebagai Pengusaha dan Pejabat

JK Berbagi Pengalaman Kepemimpinan sebagai Pengusaha dan Pejabat

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir (kiri) dan pengusaha Tanri Abeng saat menghadiri peluncuran JK Entrepreneurial Center di Universitas Tanri Abeng Jakarta, Jumat (22/3/2019). (Biro Pers Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya sebagai pebisnis dan pejabat negara, yang menurutnya perbedaan mencolok di antara keduanya adalah terkait proses dan tujuan, dalam Peluncuran JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng Jakarta, Jumat.

Dalam dunia bisnis, JK mengatakan kemampuan memimpin seorang pengusaha dapat dilihat dari target atau tujuan yang akan dicapai, sementara proses pencapaiannya bisa menyesuaikan.

"Kalau 'entrepreneur', yang paling penting tujuannya, apa target yang ingin dicapai, baru kita buat prosesnya untuk mencapai target itu. Jadi proses boleh berubah sesuai dengan tujuan yang kita ingin capai," kata Wapres di Jakarta, Jumat.

Sebagai pengusaha, JK menjelaskan kecepatan menjadi hal penting dalam bisnis, sehingga terkadang prosedur dapat diubah guna mencapai tujuan atau target yang sudah ditetapkan sejak awal.

"'Entrepreneur leadership' itu bagaimana mencapai sesuatu, tapi kita juga tidak melanggar prosedur, tapi prosedur itu bisa diubah sesuai dengan pencapaian target. Kalau di bisnis, lewat rapat pemegang saham selesai masalah," jelasnya.

Sementara itu di bidang pemerintahan, prosedur menjadi hal penting untuk dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada, sehingga menyebabkan pencapaian suatu pembangunan bisa berubah menyesuaikan proses tersebut

"Sebaliknya, di bidang pemerintahan, di bidang publik, proses itu yang penting. Target boleh berubah, tapi proses tidak boleh berubah. Kalau prosesnya tidak sesuai kan bisa masuk penjara, jadi lebih baik targetnya kita ubah daripada (menimbulkan) masalah," jelasnya.

Oleh karena itu, Wapres berharap JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng Jakarta dapat memberikan pendidikan dan pelatihan yang menggabungkan dua kelebihan pada bidang ekonomi dan kebijakan publik.

"Saya kira di sini, Saudara Tanri Abeng ingin menyatukan pola atau filosofi daripada 'entrepreneur' itu, tapi prosesnya disesuaikan. Itulah kombinasi bahwa dalam hal ini kita ingin belajar dari negara lain, sehingga kerja sama ini menjadi penting untuk didalami," ujarnya.

JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng Jakarta merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang penelitian, penulisan buku, artikel dan jurnal, serta forum kepemimpinan untuk mendorong generasi muda menjadi wirausahawan.

Pendirian pusat kepemimpinan tersebut merupakan wujud kepedulian Jusuf Kalla dan Tanri Abeng untuk meningkatkan jiwa berbisnis dan memimpin di kalangan generasi muda Indonesia.

JK Entrepreneurial Center juga menjalin kerja sama strategis dengan delapan perguruan tinggi internasional dalam mengembangkan kurikulum pendidikannya. Kerja sama tersebut dilakukan dengan lima universitas di Australia, yakni Curtin University di Perth, The University of Melbourne, University of Canberra, Royal Melbourne Institute of Technology University dan Sydney School of Entrepreneurship.

Sementara tiga universitas asing lainnya yaitu The State University of New York (Amerika Serikat), University of the West Scotland (Inggris) dan Pohang University of Science and Technology (Korea Selatan).

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019