Babinsa berhasil evakuasi Nenek Friskila Wally dari Danau Sentani

Babinsa berhasil evakuasi Nenek Friskila Wally dari Danau Sentani

Nenek Friskila Wally di atas perahu bersama Babinsa Koramil 1701-01/Sentani Serka Supriyadi saat dievakuasi dari rumahnya yang terendam air di Telaga Maya, Kampung Asei Keci, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Dokumen Penrem 172/PWY)

Jayapura (ANTARA) - Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1701-01/Sentani Serka Surpiyadi berhasil mengevakuasi seorang nenek bernama Frikili Wally (66), dari antara rumah-rumah warga Kampung Asei Kecil di tengah Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu.

Sebagian besar rumah di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur sejak dua hari terakhir mulai terendam air karena naiknya permukaan air Danau Sentani setinggi dua meter pascabanjir bandang dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.

Danramil 1701-01/Sentani Mayor Inf John F Dahar bersama beberapa orang babinsa, termasuk Serka Supriyadi, sedang melakukan peninjauan dan pendataan rumah-rumah yang terendam air dengan perahu, sekaligus membantu mengungsikan warga.

Sekitar pukul 09.20 WIT, ketika rombongan ranramil sedang mendata rumah-rumah yang terendam air, rombongan itu mendengar teriakan perempuan minta tolong dari salah satu rumah yang sudah terendam air, bahkan akan tenggelam.

Begitu mendekati sumber suara tersebut, ternyata diketahui dari seorang nenek, bernama Friskila Wally (66) yang terjebak di dalam rumah di Telaga Maya, Kampung Asei Kecil.

"Nenek itu minta tolong karena kakinya sakit dan masih berada di dalam rumah yang terendam air," kata John.

Friskila, kata dia, berhasil dievakuasi oleh Serka Supriyadi setelah meminjam perahu milik warga.

"Saya pinjam perahu warga dan mendayung ke arah nenek Friskilia. Sampai di sana, saya bantu nenek tersebut untuk naik dan kami mendayung ke arah bibir danau," kata Supriyadi.

Friskila mengaku berada di dalam rumah tersebut karena ingin mengambil ikan yang ada di jaring sebelah rumah untuk makan pagi bagi keluarga, namun akhirnya terjebak di dalam rumah itu.

"Kaki saya tiba-tiba sakit dan tidak bisa kembali lagi ke arah bibir Danau Sentani. Tapi setelah saya lihat ada bapak-bapak TNI, lalu saya teriak minta tolong. Dan puji Tuhan mereka dengar dan menolong saya," katanya.

 
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019