Bantuan untuk korban banjir Tulungagung disalurkan

Bantuan untuk korban banjir Tulungagung disalurkan

Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo (kiri) menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir di Desa Demuk, Tulungagung, Jumat (8/3). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/hp).

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, menyalurkan bantuan sembako untuk korban banjir bandang di lima titik kecamatan berbeda, mulai pegunungan hingga dataran.

Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo memimpin langsung kegiatan tersebut dengan sasaran Desa Demikian, Kecamatan Pucanglaban.

Daerah di kawasan pegunungan itu menjadi titik awal penyaluran sembako karena dilaporkan menjadi kawasan terparah dampak banjir bandang.

Saat banjir pada Rabu (6/3), air bah merendam rumah milik 37  kepala keluarga di Dusun Kasrepan. Air mengalir dari pegunungan di sekitarnya. Bencana alam itu, termasuk banjir kiriman dari perbatasan Kabupaten Blitar yang terkumpul di perkampungan atas bukit setempat, tanpa bisa cepat tersalurkan ke saluran air bawah tanah (sinhole).

Air bah sempat merendam kawasan itu hingga ketinggian 1,5-2 meter. Puluhan warga mengungsi hingga air surut.

Saat kunjungan untuk penyaluran sembako bersama Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan perwakilan Kodim 0806 itu, banjir telah surut dan hanya menyisakan genangan di beberapa titik.

"Seluruh korban yang terdampak langsung kami berikan bantuan sembako. Pendataan sudah dilakukan dan untuk penanganan pascabencana, tim PU sudah ada rencana tindak lanjut guna melakukan normalisasi di Sungai Kasrepan agar pembuangan air lebih lancar," kata Maryoto Bhirowo.

Maryoto bersama rombongan dipandu tim BPBD setempat juga meninjau kanal yang mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dari kayu dan daun-daun di lubang saluran air bawah tanah.

Pada kesempatan itu, Maryoto dan rombongan mendapati kondisi Sungai Kasrepan mengalami penyumbatan parah akibat tumpukan sampah kayu.

Air bah sisa kiriman banjir masih tergenang di titik sungai yang berkedalaman 25 meter.

"Nanti jika air sudah surut kami akan minta Dinas PU pengairan dan jajaran terkait melakukan normalisasi sungai agar fungsi pembuangan di Luweng sungai atau 'sinhole', lancar lagi,. Di titik lubang pembuangan nanti dibersihkan dan turap penyangga sungai dikuati lagi" ujar dia.

Maryoto menegaskan penyaluran bantuan yang sama juga dilakukan untuk korban banjir di lima kecamatan di daerah dataran, yaitu Boyolangu, Pakel, Bandung, Karangrejo, dan sebagian Campurdarat.

Ia menyebut sejumlah hal yang kini harus dilakukan dengan gotong-royong adalah menyingkirkan lumpur dari rumah-rumah warga, perbaikan tanggul sungai yang jebol, dan pemberian bantuan pangan serta material bangunan sesuai kebutuhan dan analisis kerusakan.
 
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019