PWI berikan hadiah perjalanan pendidikan ke Singapura kepada pelajar Gresik

PWI berikan hadiah perjalanan pendidikan ke Singapura kepada pelajar Gresik

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang disahkan dalam Kongres PWI pertama kali di Solo, Jawa Tengah, pada 9 Februari 1946. (pwi.or.id)

Gresik, Jatim (ANTARA News) - Favian Daffa Gusma, pelajar SMA Negeri 1 Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meraih tiket perjalanan pendidikan ke Singapura sebagai hadiah dari PWI setelah karya tulisnya menjadi yang terbaik.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang, sebab sudah beberapa kali ikut tapi baru kali 'deg deg-an' karena hadiahnya ke luar negeri," kata Favian, pelajar kelas XII di Gresik, Senin.

Dalam tulisannya yang berjudul "Mempertebal Pemahaman Multikultural di Sekolah untuk Menghentikan Radikalisme dan Terorisme" dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) itu, Favian menawarkan pemahaman nilai multikultur yang harus dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun di kelas. Misalnya, lewat kegiatan Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja), olahraga dan sejenisnya.

"Indonesia adalah negara dengan beragam suku dan agama. Keragaman tersebut harus tetap dijaga dan rawat. Bukan justru menjadi sumber konflik," katanya.

Koordinator Essay Competition 2019, Deni Ali Setiono mengatakan, pelajar asal Driyorejo itu menang setelah melalui proses penjurian yang ketat.

"Kami bersama tim juri tidak hanya narasi yang dituliskan, tetapi ada tahapan 'assesment'. Dari ratusan naskah yang masuk, terjaring lima pelajar terbaik. Selain Favian, lima finalis lain adalah Naura Zalfa Addintama (SMAN 1 Gresik), Channah Auliya Rizqy (MAN 2 Gresik), Dwi Wulandari (SMAN 1 Kebomas), dan Luluk Addiniyah (MA Assi'diyah)," katanya.

"Kami tidak menduga, ternyata rata-rata tulisan-tulisan para generasi milenial Gresik luar biasa. Rencananya akan kami terbitkan menjadi sebuah buku," katanya.

Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2019 PWI Gresik, Ashadi Iksan mengatakan, lomba esai adalah bagian dari gerakan untuk ikut mendorong budaya literasi di kalangan milenial.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital ada kecenderungan para pelajar lebih suka bermain game dan bermedsos ria ketimbang menulis sebuah karya.

"PWI terdorong untuk mengajak mereka untuk mau membaca dan menulis karya yang bermanfaat, dan kami beri apresiasi tiket pendidikan Singapura," katanya.

PWI Gresik, kata dia, juga menggelar Media Trip, Competence Development, Anugerah Giri Pancasuar Awards dan Ngaji Bareng Kiai Kanjeng dengan tema Satu Semangat ke-Indonesia-an.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Nur Qolib memberikan apresiasi terhadap serangkaian program yang dilaksanakan tersebut.

"Sudah beberapa tahun kegiatan PWI yang bersinergi dengan kami telah berjalan sangat baik dan memberikan kemanfaatan pada masyarakat," katanya.

Sementara itu, kompetisi menulis esai yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dengan dukungan DPRD Gresik dan Singapore Tourism Board (STB) itu merupakan rangkaian peringatan HPN 2019.

Baca juga: Dua pelajar Gresik raih prestasi di ITB

Baca juga: Gresik gelar operasi "Kasih Sayang" untuk pelajar
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019