Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih fluktuatif

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih fluktuatif

Guguran material vulkanik gunung Karangetang yang jatuh ke laut diamati dari sisi Barat Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Minggu (10/2/2019). Berdasarkan hasil pengamatan visual, aktivitas lava yang masih terus berlangsung dapat mengakibatkan akumulasi volume lava di lereng gunung dan mengakibatkan perubahan arah sebaran aliran lava maupun guguran material vulkanik serta mengakibatkan longsor pada bagian tubuh gunung api. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono. (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

Manado,  (ANTARA News) - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hasil analisa Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih fluktuatif.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus melakukan upaya-upaya edukasi kepada masyarakat dan menyiapkan antisipasi-antisipasi, sehingga ke depan tersusun sistem evakuasi dan perencanaan penanganan bencana," kata Sutopo dalam laporan harian erupsi Gunung Karangetang yang dibagikan dalam grup percakapan Medkom Bencana-2, yang diterima di Manado, Senin.

Disebutkan bahwa aktivitas kegempaan baik guguran dan hembusan masih terekam di alat pemantauan milik PVMBG berasal dari kawah yang sama, yaitu kawah dua.

Selain itu, aktivitas gempa vulkanik terlihat kembali menandakan adanya pergerakan magma yang dapat mengakibatkan aliran lava muncul kembali.

Pemasangan alat pemantauan berupa CCTV akan dilakukan untuk memantau aktivitas kawah dari arah Sungai Batuare yang merupakan salah satu aliran sungai (selain Sungai Batukore dan Sungai Saboang) yang kemungkinan dapat dilalui aliran lava. 

"Namun saat ini, lava masih mengalir hanya di Sungai Malebuhe," katanya.

Sutopo melanjutkan, PVMBG bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro sedang melakukan penghitungan biaya untuk pemasangan CCTV tersebut termasuk biaya-biaya terkait koneksi internet untuk CCTV. 

Diharapkan, setelah CCTV terpasang maka pemantauan kawah dan aliran/guguran lava dapat dilakukan secara periodik serta diakses melalui "smartphone" sehingga perubahan kondisi dan ancaman dapat diketahui lebih cepat, katanya.

Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau erupsi pada Sabtu, 2 Februari 2019 lalu, ratusan warga mengungsi menghindari leleran lava yang keluar dari kawah.

Baca juga: Gunung Karangetang masih luncurkan lava

Baca juga: Lava Gunung Karangetang mengalir sampai ke laut

Baca juga: Masyarakat diminta jauhi radius bahaya Gunung Karangetang
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019