Pabrik pengolahan daun kratom di Kapuas Hulu-Kalbar terbakar

Pabrik pengolahan daun kratom di Kapuas Hulu-Kalbar terbakar

Kratom, tanaman yang mendominasi pengiriman Kantor Pos Pontianak ke Amerika Serikat (FOTO ANTARA/HO-antarakalbar.com/Ist)

Putussibau, Kalbar,  (ANTARA News) - Sebuah pabrik pengolahan daun kratom (purik) di Kecamatan Kalis, Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat terbakar, Senin.

Peristiwa yang sempat menghebohkan warga setempat terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar lebih.

"Saya melihat api sudah membesar dan membakar separuh bangunan," kata saksi mata yang merupakan karyawan pabrik kratom, Adi, ditemui di lokasi kejadian.

Dia mengemukakan, saat kejadian memang kondisi pengolahan pabrik sedang tidak ada aktivitas, karena waktu istirahat.

Karena api sudah membesar, dia berusaha meminta bantuan warga sekitar, namun api tidak bisa dipadamkan sampai akhirnya menghanguskan seluruh gedung pabrik dan isinya.

Sedangkan, pemilik pabrik kratom, Abdul Hamid, mengatakan, dalam pabrik itu ada sekitar lima ton daun kratom yang sedang diolah, mesin penggiling sebanyak 25 unit, mesin mixer dua unit, kompresor satu unit dan alat perbengkelan lainya untuk pengolahan daun kratom.

"Pabrik itu mengolah sekitar 3 - 5 ton daun kratom setiap hari. Ada lima ton di dalam pabrik tersebut hangus terbakar," ujarnya.

Menurut Abdul, kebakaran pabrik daun kratom miliknya sudah terjadi dua kali, pertama saat itu juga terbakar pada Februari 2018.

"Kami belum mengetahui penyebab kebakaran, makanya mempercayakan penanganan selanjutnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya," katanya.

Kapolsek Kalis, Ipda Febri, mengatakan, saat ini belum diketahui penyebab kebakaran karena masih dalam penyelidikan. 

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kebakaran tersebut, namun yang jelas dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa," tandasnya.

Baca juga: Kalbar siapkan enam helikopter cegah kebakaran hutan

Baca juga: BNPB kerahkan empat helikopter di Kalbar
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019