Dubes Jepang: Tak ada rencana keluarkan 'travel warning'

Dubes Jepang: Tak ada rencana keluarkan 'travel warning'

Duta Besar Jepang Masafumi Ishii memberikan pernyataan mengenai bantuan Jepang untuk penanganan pasca gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, di Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (5/10). (Antaranews/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak berencana mengeluarkan 'travel warning' atau peringatan perjalanan bagi masyarakat Jepang yang hendak berkunjung ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dubes Ishii usai bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir di Kemenlu, Jakarta, Jumat, terkait bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

"Setahu saya tidak ada 'travel warning', maupun rencana untuk mengeluarkan peringatan tersebut," ungkapnya.

Pihak Kedubes pun mengatakan memang tidak ada peringatan yang dikeluarkan bagi warga Jepang, baik di Jepang maupun yang berada di Indonesia. Informasi yang dikeluarkan hanya berupa pemberitahuan mengenai terjadinya gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah memang cukup besar, namun banyak area lain yang tidak terdampak. Kemarin juga ada gempa di Lombok, namun seperti yang kita ketahui, banyak area lain yang tetap aman dan kondusif," jelasnya.

Adapun kunjungannya ke Kemenlu adalah untuk menemui Wamenlu AM Fachir dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam dari pemerintah dan masyarakat Jepang.

Pada kesempatan itu, ia juga melaporkan status bantuan dari Jepang untuk usaha penanganan bencana alam di Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut termasuk satu unit persawat jenis Hercules C-130-H, serta sekitar 51 orang personel Tim Penanggulangan Bencana Jepang (JDR), yang terdiri dari Unit Pasukan Bela Diri Jepang.

"Para personel serta satu unit pesawat tersebut telah tiba di Balikpapan, dan rencananya akan memulai operasi pengiriman barang bantuan dari Balikpapan ke Palu besok (Sabtu, 6/10)," jelasnya.

Adapun barang bantuan yang dimaksud termasuk 500 buah tenda darurat, 20 unit alat pemurni air, 20.000 flokulan (bahan kimia pengolah limbah), serta 80 unit genset yang disediakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Selain itu, menurutnya, pihak swasta Jepang juga turut memberikan bantuan melalui Jakarta Japan Club (JJC), yang merupakan perkumpulan sejumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Jakarta.

"Jumlah sumbangan yang terkumpul dari JJC telah mencapai lebih dari Rp5 milyar," katanya.
     
Baca juga: Duta besar Jepang laporkan status bantuan untuk Palu-Donggala ke pemerintah
Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018