Pemkot Singkawang gelar rakor penanggulangan karhutla

Pemkot Singkawang gelar rakor penanggulangan karhutla

Dokumentasi - Suasana pemukiman di tepian Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalbar, Kamis (16/8/2018). BNPB menyatakan bahwa dari hasil pantauan satelit per 16 Agustus, terdapat 1.061 hotspot (titik panas) akibat karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar yang menimbulkan kabut asap di wilayah Kota Pontianak. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Pontianak, (ANTARA News) - Pemerintah Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di ruang rapat wali kota setempat, Selasa

Rapat tersebut dipimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, antara lain diikuti kepala OPD terkait, BPBD, TNI, Polri, camat, lurah, dan BPKS se-Kota Singkawang.

"Dalam rapat ini kita membahas posko serta nomor aduan untuk masing-masing kelurahan yang ada di Kota Singkawang," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Selasa.

Ia mengatakan setelah rakor akan ada rapat lanjutan, di mana masing-masing kelurahan sudah menyiapkan nomor aduan untuk masyarakat.

"Sehingga dengan adanya nomor aduan tersebut setidaknya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian karhutla di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Dia meminta para pemilik lahan bisa menyiapkan sumur sebagai sumber air. Jika memang tidak mempunyai sumur di lahan, mereka harus segera membuatnya secara swadaya.

"Karena dengan adanya persediaan air tersebut setidaknya dapat memperkecil titik api apabila terjadi kebakaran lahan," katanya.

Dia juga akan memprioritaskan penyediaan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar yang dibutuhkan BPKS dalam bertugas.

"Saya tadi malam sudah menelepon Manager Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah, dan beliau sudah mengarahkan saya untuk dapat menghubungi pemilik SPBU di Jalan Ratu Sepudak, Kecamatan Singkawang Utara," ungkapnya.

Hal itu sebagai bentuk kepedulian Manager Pertamina Kalbarteng yang patut apresiasi.

"Kalaupun solar yang biasa habis, akan kita isi dengan solar yang lebih bagus tetapi untuk harganya tetap sama dengan solar yang biasa," katanya.

Konkritnya, pihaknya akan membuat semacam nota kesepahaman khusus untuk petugas damkar yang membutuhkan BBM agar bisa lebih diprioritaskan.

"Karena jika tidak diprioritaskan, maka lambat satu menit saja kebakaran sudah meluas," katanya.

Dirinya meminta pengertian masyarakat, apabila sedang mengantri di SPBU maka yang harus dipriroritaskan adalah mobil Damkar.

Dia menyebutkan status udara akibat karhutla di Singkawang masih sebatas wajar. "Sehingga sekolah tidak perlu diliburkan, mengingat dari Dinas Kesehatan juga akan mulai melakukan pembagian masker ke sekolah-sekolah, terutama SD dan SMP, melalui petugas puskesmas," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang M. Nadjib meminta maaf belum dapat merespons permintaan guru-guru maupun orang tua untuk meliburkan siswa.

Hal itu karena kualitas udara yang ditimbulkan dari asap karhutla di Kota Singkawang saat ini masih jauh lebih baik daripada Kota Pontianak.

"Tadi dari Dinas Kesehatan pun sudah menjelaskan bahwa status udara saat ini masih dalam batas wajar," katanya. Namun, untuk sekolah-sekolah yang berada di lingkungan kabut asap disilakan libur.

"Jadi libur itu hanya berlaku kepada sekolah-sekolah yang memang berada di lingkungan kabut asap atau dekat dengan titik api saja," ujarnya.*

 

Baca juga: TNI tangkap tangan tiga terduga pembakar lahan

Baca juga: 1.084 hektare lahan Kalsel terbakar


 
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018