Kenaikan air pasang Sungai Kapuas 2,5 meter

Kenaikan air pasang Sungai Kapuas 2,5 meter

Foto udara Sungai Kapuas yang membelah pemukiman padat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (10/8). (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)

Pontianak (ANTARA News) - BMKG Maritim Pontianak menyatakan, kenaikan air pasangan Sungai Kapuas akan mencapai tinggi maksimum sekitar 2,5 meter pada 17-20 Januari 2018.

Petugas BMKG Maritim Pontianak, Riza Juniarti, di Pontianak, Minggu, mengatakan, kenaikan air pasang di Sungai Kapuas itu memang sudah periodenya.

"Ini karena memang periodenya untuk pasang akibat bulan baru, hal ini menyebabkan naiknya tinggi air di muka Sungai Kapuas," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi R Kamtono, mengatakan, dari foto udara dan pengukuran tanah, 65 persen wilayah Kota Pontianak di bawah air pasang tertinggi. 

Pontianak tidak semuanya berada di Pulau Kalimantan, karena ada juga yang terletak di delta Sungai Kapuas. Hampir sebagian besar wilayah Pontianak berdiri di atas tanah alluvial.

"Pasang tertinggi awal tahun kemarin sampai 1,6 meter, sehingga sekitar 65 persen wilayah Pontianak tergenang air," katanya.

Dia menambahkan, secara topografi Pontianak berada di antara minus 60 sampai plus 80 centimeter dari muka air pasang tertinggi. Jika air pasang, kawasan Pontianak yang paling tinggi dari muka air itu sekitar 80 centimeter, sementara yang paling bawah minus 60 centimeter.

"Masih banyak wilayah yang rendah, tapi secara umum, kasat mata, terutama jalan-jalan di Kota Pontianak masih di atas angka itu," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat di Kota Pontianak agar dalam membangun rumah baru supaya memperhitungkan ketinggian, agar lantai dasar rumahnya tidak berada di bawah ketinggian air pasang tertinggi tersebut.

Sementara itu, dalam tiga hari terakhir, sejumlah jalan di Pontianak, di kawasan Jalan Gajah Mada misalnya, Minggu pagi (14/1) ada beberapa titik yang terendam air dengan ketinggian bervariasi, yakni sekitar lima hingga 10 centimeter, dan dengan panjang yang bervariasi juga.
Pewarta : Andilala
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018