Riyadh (ANTARA News) - Sebuah universitas di Arab Saudi menyatakan akan membuka kelas mengemudi bagi perempuan setelah larangan mengemudi bagi para perempuan di kerajaan konservatif tersebut dicabut.

"Universitas Putri Nourah sedang melakukan persiapan untuk membentuk sekolah mengemudi bekerja sama dengan otoritas terkait" menurut pernyataan universitas pada Sabtu yang dikutip kantor berita AFP pada Minggu (1/10).

"Ini merupakan pengumuman (pembukaan kelas mengemudi) pertama menyusul perintah Raja Salman pekan ini untuk mengizinkan perempuan mengemudi" menurut universitas.

Arab Saudi pada Selasa pekan lalu mengumumkan akan mengizinkan perempuan mengemudi sesuai dengan dekret kerajaan yang mulai berlaku Juni tahun depan, memicu euforia dan mengejutkan para aktivis yang selama ini memperjuangkan hak-hak kaum hawa untuk mengemudi.

Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengemudi.

Universitas Putri Nourah menyatakan memiliki lebih dari 60 ribu mahasiswi di Riyadh dan sejumlah kota lain.

Keputusan Selasa diharapkan bisa mendorong para perempuan memasuki angkatan kerja dan meningkatkan penjualan mobil, khususnya pada bulan-bulan mendatang sebelum penerapan pajak pertambahan nilai diberlakukan pada Januari 2018.

Para pembuat mobil seperti Nissan, Chevrolet dan Ford segera memberikan selamat kepada para perempuan Arab Saudi, mengingat jutaan perempuan diperkirakan akan berkendara di jalanan kerajaan itu dalam tahun-tahun mendatang.(ab/)


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017