Jakarta (ANTARA News) - Penandatanganan nota kesepahaman antara Komite Normalisasi PSSI dan lima BUMN ditunda hingga terpilihnya pengurus baru PSSI periode 2011-2015 di Kongres PSSI, 9 Juli.

"Komite Normalisasi sifatnya adhoc. Sebaiknya penandatanganan MoU itu menunggu setelah Ketua Umum baru dipilih," kata Bendahara Umum PSSI Achsanul Qosasih di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, Komite Normalisasi PSSI menjadwalkan penandatanganan MoU antara Komite Normalisasi PSSI dengan lima BUMN pada Jumat ini.

Kelima BUMN yang akan mendukung PSSI ini adalah PT Pertamina, PT Semen Padang, PT Bukit Asam Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk dengan nilai total Rp9 miliar.

"Kami berharap tidak ada masalah hukum terhadap Komite Normalisasi sehingga kami menunda MoU dengan lima BUMN tersebut," katanya.

Menurut dia, penundaan ini atas permintaan PSSI sendiri. Walaupun terjadi penundaan, kelima BUMN tetap siap untuk mengucurkan dana kepada timnas Indonesia.

"Siapapun Ketua Umum yang terpilih nanti, mereka telah berkomitmen untuk mensponsori. Bahkan kalau Kongres lancar, tidak tertutup kemungkinan tidak hanya lima BUMN itu saja. Masih banyak BUMN yang ingin berkomitmen membantu timnas," katanya.

Mengenai kebutuhan dana timnas Indonesia yang mendesak karena akan melakukan laga uji coba, Achsanul menjelaskan, pihaknya akan berusaha mencari sumber dana lain.

Menurut dia, pihaknya berupaya mencari sumber dana lain agar program timnas tetap berjalan. "Kami sudah mendisuksikan dengan BTN, dan mudah-mudahan (laga uji coba) tidak batal," katanya.

Indonesia akan tampil di kejuaraan AFF, SEA Games dan Pra Piala Dunia 2014.

Untuk Timnas senior akan fokus pada pertandingan Pra Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan, 23 Juli di Turkmenistan dan pertandingan kedua di Gelora Bung Karno Jakarta, 28 Juli nanti.

Hal senada juga disampaikan Plt Sekjen PSSI yang juga anggota Komite Normalisasi Joko Driyono soal penundaan Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Komite Normalisasi (KN) PSSI dan lima BUMN.

"Ya ditunda dulu," katanya usai pertemuan kedua pihak Komite Normalisasi PSSI dan pihak konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI). (*)
(T.T009/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011