Babel aktifkan kembali Isoter Asrama Haji dan BLK

Babel aktifkan kembali Isoter Asrama Haji dan BLK

Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa ANTARA/Aprionis.

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaktifkan kembali Isolasi Terpusat (Isoter) COVID-19 di Asrama Haji dan Balai Latihan Kerja (BLK) Babel untuk mengantisipasi lonjakan kasus orang terpapar virus corona selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Dua isoter ini sebelumnya ditutup, karena kasus harian COVID-19 yang semakin melandai," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan pengaktifkan kembali dua isoter pasien COVID-19 ini juga sebagai langkah pemerintah provinsi untuk mengantisipasi dan mewaspadai masuk dan menyebarnya COVID-19 varian B.1.1.529 atau Omicron selama Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca juga: Pengetatan kegiatan jadi cara tangani COVID-19 di libur Natal 2021

"Saat ini varian baru Omicron sudah menyebar di 39 negara di antaranya Malaysia sendiri sudah mengonfirmasi ada 1 kasus, Singapura 2 kasus dan di India juga 2 kasus," katanya.

Menurut dia dua isoter ini  akan dijadikan tempat karantina masyarakat atau wisatawan, guna memastikan mereka tidak terpapar virus corona varian Omicron ini.

"Saat ini kami memiliki 96 lokasi isoter dengan ketersediaan 1.059 tempat tidur dan saat ini hanya dua tempat tidur yang digunakan pasien di Bangka dan Bangka Barat menjalani isolasi," ujarnya.

Ia menambahkan berdasarkan data terbaru saat ini 94 dari 96 isoter se-Babel dalam keadaan kosong atau tidak ada pasien COVID-19. Jadi dari ketersediaan isoter saat ini aman terkendali.

Baca juga: Pemerintah antisipasi kasus Omicron tanpa perjalanan ke luar negeri

"Kami berharap pemerintah kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali isoter-isoter yang tidak ada pasien ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus penularan virus corona menjelang dan selama  Natal dan Tahun Baru 2022 ini," katanya. 
Pewarta : Aprionis
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021